Kamis, 12 Maret 2015

Huruf Tekek Gratisan


Huruf Tekek Gratisan

Seumur-umur, baru kali ini John Koplo salah satu warga Karanganyar berurusan dengan polisi. Bukan perkara tilang, melainkan perkara mencari SIM C.
Ia jadi penasaran setelah diberi tahu oleh Bapaknya kalau tes mencari SIM itu salah satunya bisa membaca huruf tekek.    
Setelah sampai ditempat tujuan, Koplopun mulai Tanya kepada pak Polisi yang bertugas. Setelah mengambil berbagai macam formulir pendaftaran, Koplo masuk dalam ruang tes penglihatan.
“Pak, Saya mau tes membaca huruf tekek?” Koplo langsung aja menyerobot tanpa tedheng aling-aling.
“Betul sekali, Pak”. Jawab Polisi Gembus dengan senyum.
Gembuspun segera membuka buku tes buta warnanya.
Ooo..ini ta yang dinamakan huruf tekek. Ini sih ga mirip sekali dengan tekek, tapi lebih mirip dengan telur tekeknya.” Batin Koplo.
“Coba sekarang disebutkan. Ini angka berapa, Pak?” Polisi Gembus memulai mengetes.
“19, Pak.” Jawab Koplo.
“Kalau yang ini” Tanya Polisi Gembus lagi.
“78, Pak” Koplo lagi-lagi menjawab dengan benar. Dan begitu seterusnya sampai 10 pertanyaan.
“Sudah cukup.” Polisi Gembus mengakhiri pertanyaannya dengan menutup buku.
“Gimana tesnya, Pak?” Tanya Koplo penasaran.
“Bagus-bagus. Betul semua. Jadi sampeyan dinyatakan lolos.” Gembus memberi kesimpulan.
“ha..ha..ha.. alqamdulillah.. terimakasih sekali, Pak Polisi.” Koplopun menyalami Gembus dan langsung nyelonong keluar, tetapi langsung dipenggak oleh Gembus.
“Lho, Pak, Pak.. Sampeyan mau kemana?” Bengok Gembus.
“Mau tes yang berikutnya lagi, Pak” Jawab Koplo mantap.
“Ini administrasinya di bayar dulu.” Lanjut Gembus.
“Lho, bayar? Kan jawaban saya betul semua, Pak.” Koplo kaget dan ngeyel.
“Justru kalau betul itu malah mbayar, Pak!” Jawab Gembus.
Setelah dijelaskan lagi, Koplopun segera merogoh kantongannya.
Yang pada ngantripun ngekek-ngekek tak tertahankan.


 Bisri Nuryadi
Bolon Rt. 004/002 Colomadu Karanganyar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar