Hantu
Tangga
Berita tentang kemunculan dedemit perempuan yang menghebohkan akhir-akhir ini, juga terdengar
oleh John Koplo salah satu pengajar di SD Karanganyar ini. Pasalnya, John Koplo
selalu meng-update beritanya melalui langganan koran tercintanya.
Nha, kejadian yang menggelikan hatinya pun terjadi.
Saat flasdisnya ketinggalan diruang kantor guru,
terpaksa John Koplo bakda isya harus
kembali ke tempat mengajarnya yang tidak jauh dari rumahnya. Karena data-data perangkat
guru yang mau dipake besuk tersimpan
disana.
Sesudah
sampai di sekolah. Tak ayal keadaanpun remang-remang karena hanya memakai lampu
5 watt. John Koplo harus menaiki tangga atau sering disebut undak-undakan karena kantor guru berada
diatas.
Berita Hantupun mangkring
dibenaknya, sehingga jantungnya ber-dag
dig dug der agak cepat. Untuk menghilangkan
rasa takut itu, John Koplo menghitung tangga yang dilewatinya.
“ji,
ro, lu, ... patbelas.”
Grememeng John Koplo sendiri.
Setelah sampai depan kantornya, segera ia membuka
pintu dan mengambil flasdisnya. Dengan
gesitnya, ia kembali berada diatas tangga dan turun.
“ji, ro, lu, ...
limolas.” Mak sengkring,
tubuh John Koplo sontak gemeteran.
Langsung saja John Koplo jenggirat lari terkencing-kencing.
Esuknya John Koplo berniat cerita kepada
teman-temanya. Tapi saat hendak naik tangga, ia ingin menghitungnya lagi.
“ji,
ro, lu, ... limolas.
Lho kok cacahe limolas” batinya. Ia kembali turun tangga untuk menghitungnya
kembali. “wah, limolas
meneh.” John Koplo tambah penasaran, segera naik tangga lagi dan menghitungnya
kembali. Ternyata jumlahnya tetap 15. Diatas tangga John Koplo tampak
kebingungan.
“lho, Pak John. Pagi-pagi kok kados bingung ngoten? Naik turun tangga lagi.” Sapa Lady
Cempluk yang tiba-tiba di sebelahnya.
“oalah, Bu. Jebule
kulo salah ngitung?”
“ hah, salah ngitung apa pak?”
“hehe... boten
nopo-nopo og bu..”
John Koplo hanya bisa kukur-kukur rambut dan pringas-pringis
saja. Untuk
menghilangkan rasa malu
itu, ia lekas menyalami Ladi Cempluk dan berjalan bareng menuju kantor guru
sambil mengajak ngobrol tentang perangkat guru.
Bisri Nuryadi, Bolon rt4/2 kec. Colomadu, Karanganyar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar