Kamis, 12 Maret 2015

Cerita tentang Hantu Tangga


Hantu Tangga

Berita tentang kemunculan dedemit perempuan yang menghebohkan akhir-akhir ini, juga terdengar oleh John Koplo salah satu pengajar di SD Karanganyar ini. Pasalnya, John Koplo selalu meng-update beritanya melalui langganan koran tercintanya.
Nha, kejadian yang menggelikan hatinya pun terjadi.
Saat flasdisnya ketinggalan diruang kantor guru, terpaksa John Koplo bakda isya harus kembali ke tempat mengajarnya yang tidak jauh dari rumahnya. Karena data-data perangkat guru yang mau dipake besuk tersimpan disana.
Sesudah sampai di sekolah. Tak ayal keadaanpun remang-remang karena hanya memakai lampu 5 watt. John Koplo harus menaiki tangga atau sering disebut undak-undakan karena kantor guru berada diatas.
Berita Hantupun mangkring dibenaknya, sehingga jantungnya ber-dag dig dug der agak cepat. Untuk  menghilangkan rasa takut itu, John Koplo menghitung tangga yang dilewatinya.
ji, ro, lu, ... patbelas.” Grememeng John Koplo sendiri.
Setelah sampai depan kantornya, segera ia membuka pintu dan mengambil flasdisnya. Dengan gesitnya, ia kembali berada diatas tangga dan turun.
 ji, ro, lu, ... limolas.” Mak sengkring, tubuh  John Koplo sontak gemeteran. Langsung saja John Koplo  jenggirat lari terkencing-kencing.
Esuknya John Koplo berniat cerita kepada teman-temanya. Tapi saat hendak naik tangga, ia ingin menghitungnya lagi.  
ji, ro, lu, ... limolas. Lho kok cacahe limolas” batinya. Ia kembali turun tangga untuk menghitungnya kembali. “wah, limolas meneh.” John Koplo tambah penasaran, segera naik tangga lagi dan menghitungnya kembali. Ternyata jumlahnya tetap 15. Diatas tangga John Koplo tampak kebingungan.
“lho, Pak John. Pagi-pagi kok kados bingung ngoten? Naik turun tangga lagi.” Sapa Lady Cempluk yang tiba-tiba di sebelahnya.
“oalah, Bu. Jebule kulo salah ngitung?”
“ hah, salah ngitung apa pak?”
“hehe... boten nopo-nopo og bu..”
John Koplo hanya bisa kukur-kukur rambut dan pringas-pringis saja. Untuk menghilangkan rasa malu itu, ia lekas menyalami Ladi Cempluk dan berjalan bareng menuju kantor guru sambil mengajak ngobrol tentang perangkat guru.


  Bisri Nuryadi, Bolon rt4/2 kec. Colomadu, Karanganyar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar