Pengajuan cerita
“Ah Tenane” Solopos
Penguras Jimpitan
Walaupun dikalangan RT-nya terkenal dengan julukan “Galake kaya pitik angrem”, tetapi Lady
cempluk yang tinggal disalah satu desa, kecamatan Kartasura, Sukoharjo ini
tergolong warga yang taat aturan.
Terbukti saat beberapa bulan ini di desanya diadakan
kegiatan pasang jimpitan berupa uang seratus rupiah setiap harinya, lady
cempluk selalu menyemplungi cepuk kecil
yang sengaja dicenthelkan didepan
rumahnya. Bahkan beberapa hari ini, Cempluk selalu mengisi lebih dari seratus
rupiyah dengan harapan besuknya tidak harus mengisinya lagi.
Namun harapan tinggalah harapan, karena uang
jimpitanya selalu bersih tanpa sisa.
Kecurigaan terjadi saat Gendhuk Nikole mendapat jadwal
mengambili jimpitan.
Sesaat Setelah Gendhuk menghampiri rumah Cempluk, bergegaslah
Gendhuk nikole menuju rumah sebelahnya.
Cempluk yang dari tadi sudah tidak sabar lagi ingin
tau siapa penguras jimpitannya, kini langsung meninjau cepuknya. Al-hasil uang
recehnya habis nggalisit. “woo lha.., bocah iki jebule” Cempluk
langsung melesat ngoyak Genduk sambil
mensinsingkan lengan bajunya.
“Nduk, kamu
itu gimana? jimpitankan Cuma 100 rupiyah, masak receh sak cepuk diambil semua.” Bentak cempluk yang membuat para tetangga lainnya keluar dari rumah.
“Ma..maaf bu, tadi cupuknya kosong”. Swara Genduk ndredeg
karena takut.
Tiba-tiba suara datang dari John koplo anak kelas 2
SD yang dari tadi juga ikut menyaksikan.
“Mbokdhe Cempluk, Tadi uange diambil Tom gembus untuk jajan.”
Sontak wajah cempluk berubah menjadi merah karena
kaget. Tadinya tidak percaya. Tapi usut punya usut terbukti juga bahwa anaknya
sendiri, Tom gembus yang mengambilnya.
Tanpa meminta maaf, Cemplukpun pergi begitu saja
meningalkan kerumunan dengan segala kekisinannya.
Orang–orang yang menyaksikan kejadian itupun tertawa nyekikik agak diampet, takut kedengaran Cempluk.
Bisri Nuryadi (085647 2099 38)
Bolon rt4/2 kec. Colomadu, Karanganyar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar