Kelangan
Flesdisk
Berbagai kisah
tentang hujan abu gunung kelud memang selalu menarik untuk disemak. Seperti
kisah lain John Koplo berikut ini.
Beberapa pekan
yang lalu, setelah hujan abu berakhir, seperti biasanya Jon Koplo, salah satu
guru di SMA swasta Boyolali ini berangkat ke sekolahnya. Setelah sampai,
seperti biasa Koplo mengajar sesuai Jadwal. Karena mengajarnya mengunakan LCD,
iapun segera mengambil laktop dan mengecupkan
kabel proyektor.
Tidak lama
setelah itu, Koplo mengambil flesdisk dalam tasnya. Namun alangkah kagetnya
Koplo ketika flesdisnya tidak ditemukan.
“Wadhuh, kok ora enek cah.” Batin Koplo
menggema.
Karena flesdisk
tidak ditemukan, maka Koplopun tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajarnya.
Maklum, Guru ora kurang lakon.
Setelah selesai
mengajar, Koplo kembali ke kantor. Ia mencoba mengingat-ingat. Seingatnya,
semingu yang lalu Gembus, salah satu teman sekantor yang meminjam flesdisk.
Untuk itu ia langsung menemui Gembus.
“Pak Gembus,
flesku masih jenengan bawa ya?” Tanya
koplo.
“lho, perasaan
sudah aku kembalikan, Pak.” Jawab Gembus mengelak.
“Lha kok ditasku tidak ada ya, Pak.”
Koplo masih tidak percaya.
Akhirnya mereka
berdua saling mengecek tas dan meja kerja masing-masing. Namun tidak diketemukan.
Setelah pulang
dari sekolah, Koplo tersadarkan oleh tas yang ternoda oleh abu vulkanik. Ia
baru teringat bahwa tas yang dibawa hari itu bukanlah tas yang dibawa
dikesehariannya. Benar saja, setelah mengecek, ditemukan flesdisk didalamnya.
Iapun cengar-cengir sendiri dan mbatin, “Oalah,
wis tuwa tenan sajakke aku iki. Mulai lalenan.”
Bisri Nuryadi
Bolon, RT
004/002 Colomadu, Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar