Salah Njagong
“Ruwah
adalah bulan yang baik untuk hajatan”. Buktinya, saat ini John Koplo, salah
satu guru swasta di Sukoharjo sedang keblebekan
undangan perkawinan. Saking banyaknya
undangan, Koplo hanya sempat membaca sekilas undangan tersebut, termasuk
undangan mantu dari teman guru, Genduk Nicole.
Seperti biasa, beberapa pekan
yang lalu John Koplo juga berangkat ke sekolahan. Pada jam istirahat Koplo
ditanya oleh salah satu rekannya, Tom Gembus.
“Pripun, Pak? Ikut njagong
sore atau minggunya di gedung.” Tanya Gembus.
“Minggunya aja deh, Pak.” Jawab
Koplo.
Waktu berlalu dan hari minggu
telah tiba. Jam setengah 10 pagi, Koplo dan istrinya, Lady Cempluk meluncur.
Selang 25 menit, mereka sampai di tempat tujuan.
“Wah kok wis rame ya, Pak.” Celethuk Cempluk.
“Iya Bu, ayo langsung masuk aja.”
Jawab Gembus.
Akhirnya mereka masuk ke gedung
dan memasukan amplop ke dalam kotak sumbangan. Ditengah-tengah menikmati
hidangan yang mbanyu mili, istrinya
bertanya, “Lho, Pak. Lha teman-teman guru jenengan
mana?”
Koplo langsung meng-sms temannya,
“Pak Gembus, jenengan duduk di mana?”.
Tidak lama kemudian Gembus membalas, “Duduk di rumah, Pak guru.”
Dikira Gembus hanya bercanda, lalu Koplo
mengebelnya. Dan benar Koplo sedang dirumah, Ia tidak njagong karena tidak ada yang di jagongi. Sebab hajatan bu Nikole
masih minggu depan.
“Mak jedheerrr...” Seperti disambar petir di siang bolong, Jebul Koplo salah njagong. Koplo segera mengajak istrinya untuk segera meninggalkan
gedung.
Besuknya waktu di sekolah, berita
itu telah menyebar. “Oalah Pak-Pak, njagong kok ga
ngajak-ngajak.ha..ha..” Celethuk Gembus diikuti tawa teman-teman guru yang
lainya. Koplo hanya bisa cengar-cengir
sendiri dengan raut wajah yang abang
ireng karena kisinan.
Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar