Kamis, 12 Maret 2015

Salah Njagong


Salah Njagong

 “Ruwah adalah bulan yang baik untuk hajatan”. Buktinya, saat ini John Koplo, salah satu guru swasta di Sukoharjo sedang keblebekan undangan perkawinan. Saking banyaknya undangan, Koplo hanya sempat membaca sekilas undangan tersebut, termasuk undangan mantu dari teman guru, Genduk Nicole.

Seperti biasa, beberapa pekan yang lalu John Koplo juga berangkat ke sekolahan. Pada jam istirahat Koplo ditanya oleh salah satu rekannya, Tom Gembus.

Pripun, Pak? Ikut njagong sore atau minggunya di gedung.” Tanya Gembus.
“Minggunya aja deh, Pak.” Jawab Koplo.
Waktu berlalu dan hari minggu telah tiba. Jam setengah 10 pagi, Koplo dan istrinya, Lady Cempluk meluncur. Selang 25 menit, mereka sampai di tempat tujuan.

Wah kok wis rame ya, Pak.” Celethuk Cempluk.
“Iya Bu, ayo langsung masuk aja.” Jawab Gembus.
Akhirnya mereka masuk ke gedung dan memasukan amplop ke dalam kotak sumbangan. Ditengah-tengah menikmati hidangan yang mbanyu mili, istrinya bertanya, “Lho, Pak. Lha teman-teman guru jenengan mana?”

Koplo langsung meng-sms temannya, “Pak Gembus, jenengan duduk di mana?”. Tidak lama kemudian Gembus membalas, “Duduk di rumah, Pak guru.”
 Dikira Gembus hanya bercanda, lalu Koplo mengebelnya. Dan benar Koplo sedang dirumah, Ia tidak njagong karena tidak ada yang di jagongi. Sebab hajatan bu Nikole masih minggu depan.

Mak jedheerrr...” Seperti disambar petir di siang bolong, Jebul Koplo salah njagong. Koplo segera mengajak istrinya untuk segera meninggalkan gedung.
Besuknya waktu di sekolah, berita itu telah menyebar.  “Oalah Pak-Pak, njagong kok ga ngajak-ngajak.ha..ha..” Celethuk Gembus diikuti tawa teman-teman guru yang lainya. Koplo hanya bisa cengar-cengir sendiri dengan raut wajah yang abang ireng karena kisinan.

Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar