Kamis, 12 Maret 2015

Burunge Kok Kecil


Burunge Kok Kecil

Era internet seperti sekarang ini banyak dimanfaatkan banyak orang untuk mencari rejeki. Seperti John Koplo, peternak burung kenari asal kartasura ini. Setelah beberapa kali mencoba menjual burungnya melalui online dengan cara memasukan email, nomer HP dan foto burungnya, tanpa ia duga burungnya cepat laku, kini ia ketagihan. Setiap haripun beberapa sms masuk untuk menanyakan atau menawar burung yang dipostingnya di situs jual-beli online. Nah, kejadian ngguyokke pun terjadi.

beberapa hari yang lalu, seperti biasa Koplo memasukan iklan burung kenarinya. Sehari kemudian  banyak sms yang diterima Koplo, tawar menawarpun terjadi.

“Yang indukan di nettkan 270 aja ya, Gan?” Tawar seseorang yang beralamat di Banjarsari, sebut saja Gembus.
“Wah, belum boleh Gan. 290.” Jawab Koplo kemudian.
Setelah beberapa saat proses tawar-menawar terjadi, akhirnya mereka menyepakati harga dan tempat cod

Besuknya, disore hari yang cerah Koplo bergegas menuju tempat yang telah disepakati, yaitu di selatan Manahan.
“mas, ini  saya berangkat ke manahan.” Sms Koplo kepada Gembus.
“Ok mas, bentar lagi saya juga berangkat, nanti tolong tunggu sebentar.” Jawab Gembus.
Dua puluh menit menit kemudian sampailah Koplo di selatan Manahan dan menunggu Gembus. Beberapa saat kemudian, Gembus datang menemuinya setelah beberapa kali sms menanyakan pakaian maupun motor yang dibawanya. Karena memang sebelumnya mereka tidak pernah bertemu.
“Sampeyan Mas Gembus yang mau beli kenari itu, nggih?” Tanya Koplo.

“Nggih, Mas.” Jawab Gembus sembari bersalaman.
“Nggo, mas. Dicek riyin mawon barange.” Ucap Koplo kemudian.
Gembuspun akhirnya melihat burung yang sebelumnya ditutupi dengan krodong.
“Lho, Mas. Burung indukan Kok cilikmen?” Tanya Gembus heran.
“Ini anakan og, Mas.” Jawab Koplo tegas.
“Wah kemarinkan pesan yang indukan, Mas.” Gembus menimpali.
Sesaat Koplo diam sebentar. Dan akhirnya ia kaget bukan main setelah ingat bahwa yang pesan anakan itu seseorang yang rumahnya di Pengging. Maklum, hari itu ia mendapat pesanan 2 ekor burung.

“Oalah ngapunten, Mas. Niki yang pesan orang Pengging. Kliru, Mas.” Jawab Koplo sambil kukur-kukur rambute.

Gembus pun hanya bisa bengong dan tertawa sendiri. Mau tidak mau Koplo harus kembali ke rumah untuk menukar burungnya yang kliru. Ealahhh...

Bisri Nuryadi
Bolon, RT 004/002
Kecamatan Colomadu. Kab. Karanganyar.




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar