Burunge Kok Kecil
Era internet seperti sekarang ini
banyak dimanfaatkan banyak orang untuk mencari rejeki. Seperti John Koplo,
peternak burung kenari asal kartasura ini. Setelah beberapa kali mencoba
menjual burungnya melalui online dengan cara memasukan email, nomer HP dan foto
burungnya, tanpa ia duga burungnya cepat laku, kini ia ketagihan. Setiap
haripun beberapa sms masuk untuk menanyakan atau menawar burung yang
dipostingnya di situs jual-beli online. Nah, kejadian ngguyokke pun terjadi.
beberapa hari yang lalu, seperti
biasa Koplo memasukan iklan burung kenarinya. Sehari kemudian banyak sms yang diterima Koplo, tawar
menawarpun terjadi.
“Yang indukan di nettkan 270 aja ya, Gan?” Tawar
seseorang yang beralamat di Banjarsari, sebut saja Gembus.
“Wah, belum boleh Gan. 290.”
Jawab Koplo kemudian.
Setelah beberapa saat proses
tawar-menawar terjadi, akhirnya mereka menyepakati harga dan tempat cod
Besuknya, disore hari yang cerah
Koplo bergegas menuju tempat yang telah disepakati, yaitu di selatan Manahan.
“mas, ini saya berangkat ke manahan.” Sms Koplo kepada
Gembus.
“Ok mas, bentar lagi saya juga
berangkat, nanti tolong tunggu sebentar.” Jawab Gembus.
Dua puluh menit menit kemudian
sampailah Koplo di selatan Manahan dan menunggu Gembus. Beberapa saat kemudian,
Gembus datang menemuinya setelah beberapa kali sms menanyakan pakaian maupun
motor yang dibawanya. Karena memang sebelumnya mereka tidak pernah bertemu.
“Sampeyan Mas Gembus yang mau
beli kenari itu, nggih?” Tanya Koplo.
“Nggih, Mas.” Jawab Gembus
sembari bersalaman.
“Nggo, mas. Dicek riyin mawon
barange.” Ucap Koplo kemudian.
Gembuspun akhirnya melihat burung
yang sebelumnya ditutupi dengan krodong.
“Lho, Mas. Burung indukan Kok cilikmen?”
Tanya Gembus heran.
“Ini anakan og, Mas.” Jawab Koplo
tegas.
“Wah kemarinkan pesan yang indukan,
Mas.” Gembus menimpali.
Sesaat Koplo diam sebentar. Dan
akhirnya ia kaget bukan main setelah ingat bahwa yang pesan anakan itu
seseorang yang rumahnya di Pengging. Maklum, hari itu ia mendapat pesanan 2
ekor burung.
“Oalah ngapunten, Mas. Niki yang
pesan orang Pengging. Kliru, Mas.” Jawab Koplo sambil kukur-kukur rambute.
Gembus pun hanya bisa bengong dan
tertawa sendiri. Mau tidak mau Koplo harus kembali ke rumah untuk menukar
burungnya yang kliru. Ealahhh...
Bisri Nuryadi
Bolon, RT 004/002
Kecamatan Colomadu. Kab. Karanganyar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar