Siulan Mahasiswi
“Ora obah ora mamah”, itulah semboyan hidup John Koplo, mahasiswa kampus
swasta Solo yang ngekos di Pabelan. Selesai
jam kuliah ia langsung ke warung Mi-So dekat kampusnya untuk menjadi pramusaji.
Beberapa minggu yang lalu seperti biasa ia meladeni para pelanggannya.
“Mas, mi ayamnya tiga, bakso dua,
minumnya es jeruk semua.” Ucap Lady Cempluk salah satu pembeli.
“Ya, Mbak.” Jawab Koplo.
Koplopun bergegas menyiapkan
pesanan. Beberapa menit kemudian Koplo kembali dengan membawa tepak berisi
pesanan Cempluk. Gerombolan Cempluk yang semua mahasiswi itupun segera melahap
sembari ngobrol ngalor-ngidul. Sementara
Koplo masih disibukkan dengan pesanan pembeli yang lain.
Ketika Koplo melintas di samping
meja Cempluk, ia mendengar suara siulan.
“Siiiuuuiiittt...” Suara siulan
dari meja Cempluk.
Mendengar suara tersebut jantung
Koplo langsung tratapan. “Asem-ik, mbake nyingsoti aku.” Batinnya.
Ia segera berbalik arah menuju
meja Cempluk, dan berucap, “Wah mbake
bisa saja. Gimana Mbak, ada yang bisa saya bantu?”
Cempluk dan teman-temannya hanya
saling pandang, lalu Cempluk menyahut, “Maksudnya, Mas?”
“Lho, yang tadi menyiuli saya?”
Tanya Koplo.
Mendengar pertanyaan itu, Cempluk
dan teman-temannya langsung menundukan kepala dengan wajah ngampet ngguyu. Tiba-tiba Nikole salah satu teman Cempluk nyeletuk,
“Maaf, Mas, tadi bunyi sms HP saya.”
Mak blaiikk.. Mendengar itu, wajah Koplo langsung abang mbranang, kisinan. Ia segera minta maaf dan meninggalkan meja tersebut. Kisinan-nya tambah menjadi-njadi ketika
dengan lirih mendengar grenengan dari
meja Cempluk, “Mase ke-GR-an baget sih.”
Bisri Nuryadi
Bolon, Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar