Rabu, 11 November 2015

Siulan Mahasiswi


Siulan Mahasiswi

Ora obah ora mamah”, itulah semboyan hidup John Koplo, mahasiswa kampus swasta Solo yang ngekos di Pabelan. Selesai jam kuliah ia langsung ke warung Mi-So dekat kampusnya untuk menjadi pramusaji. Beberapa minggu yang lalu seperti biasa ia meladeni para pelanggannya.
“Mas, mi ayamnya tiga, bakso dua, minumnya es jeruk semua.” Ucap Lady Cempluk salah satu pembeli.

“Ya, Mbak.” Jawab Koplo.
Koplopun bergegas menyiapkan pesanan. Beberapa menit kemudian Koplo kembali dengan membawa tepak berisi pesanan Cempluk. Gerombolan Cempluk yang semua mahasiswi itupun segera melahap sembari ngobrol ngalor-ngidul. Sementara Koplo masih disibukkan dengan pesanan pembeli yang lain.

Ketika Koplo melintas di samping meja Cempluk, ia mendengar suara siulan.
“Siiiuuuiiittt...” Suara siulan dari meja Cempluk.
Mendengar suara tersebut jantung Koplo langsung tratapan.Asem-ik, mbake nyingsoti aku.” Batinnya.

Ia segera berbalik arah menuju meja Cempluk, dan berucap, “Wah mbake bisa saja. Gimana Mbak, ada yang bisa saya bantu?”
Cempluk dan teman-temannya hanya saling pandang, lalu Cempluk menyahut, “Maksudnya, Mas?”
“Lho, yang tadi menyiuli saya?” Tanya Koplo.

Mendengar pertanyaan itu, Cempluk dan teman-temannya langsung menundukan kepala dengan wajah ngampet ngguyu. Tiba-tiba Nikole salah satu teman Cempluk nyeletuk, “Maaf, Mas, tadi bunyi sms HP saya.”

Mak blaiikk.. Mendengar itu, wajah Koplo langsung abang mbranang, kisinan. Ia segera minta maaf dan meninggalkan meja tersebut. Kisinan-nya tambah menjadi-njadi ketika dengan lirih mendengar grenengan dari meja Cempluk, “Mase ke-GR-an baget sih.”


Bisri Nuryadi
Bolon, Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. Karanganyar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar