Kamis, 12 Maret 2015

Hape dikira Tikus

Hape Tikus
Tindakan yang didasari dengan rasa Kesusu terkadang membuat seseorang melakukan hal-hal yang jauh dari harapan.  Seperti John Koplo, salah satu warga Gemolong, Sragen, yang baru saja melangsungkan pernikahannya dengan Lady Cempluk 1 bulan yang lalu ini.
Dengan rumah tanggannya yang baru, Koplo dan Cempluk memilih tinggal di rumah kontrakkan sederhana. Seperti biasa, pada malam hari sebelum mereka bobok, Cempluk selalu memastikan tempat tidurnya bersih. Oleh karena itu, ia segera ngebut-ngebutke slimut. Saat itu juga ada sesosok tikus yang masuk ke dalam kamarnya. Sontak Cempluk kaget bukan main.
“Astagfirullah. Mas, ada tikus.” Teriak Cempluk sembari berlari menjauh dari kamar.
Mendengar itu Koplo segera mengambil gebuk kayu dan masuk ke dalam kamar.
Mau, tikuse neng endi dhek?” tanya Koplo.
Mau mlayu neng Pojok etan, Mas.” Jawab Cempluk.
Tanpa banyak orasi, Koplo langsung mengarahkan gebuknya ke pojok kamar. Dan benar, seekor tikus clurut dengan cepat merambat keatas dan ndelik dibawah slimut. Dengan tergesa-gesa Koplo memukul-mukul slimut yang kelihatan menonjol. Beberapa menit berlalu Koplo keluar dari kamar dengan membawa seekor tikus yang sudah mati karena gebukannya.
Kenek, mas.” Ucap Cempluk dengan perasaan lega.
Iya, Dhek. Tak guwange sisan.” Balas Koplo.
Tidak lama kemudian saat Koplo masuk rumah, ia kembali mendengar istri tercintanya njerit.
Maaaas... HP Toot screen ku kok ya mbok gebuukk.. Remuk, Mas.” Suara Cempluk yang segera membuat muka Koplo menjadi abang mbranang saknalika. Ealaaahhh... Salahe nganten anyar kok malah ngurusi tikus...



Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar