Kamis, 12 Maret 2015

Cerita Ah Tenane "Solopos"



Tragedi Sate Keong         

Jika di Perancis punya kuliner khas, Escargot atau daging siput, maka di Solo juga tidak mau kalah dengan kuliner khas warung hik-nya, yaitu sate keong. Dimana keduanya sama-sama hewan jenis Gastropoda, atau hewan yang berjalan dengan perutnya itu. 

Pasalnya setiap warung hik yang beroperasi di Solo, hampir pasti sate keong menjadi menu wajib yang selalu setia menunggu kehadiran para pelanggan beratnya, tak terkecuali dengan John Koplo salah satu warga Solo Pinggiran ini.   

Sudah menjadi agenda rutin, setiap ba’da magrib Koplo nongkrong di hik lengganannya, Pak Gembus, yang tidak jauh dari rumahnya.

Suatu ketika, saat Koplo baru sampai di depan hik, Gembus langsung menyerobot.
Plo, tulung hik-ku tunggunen sek ya, tak tinggal tuku gula sedilet.”
Wah, dodolan kok ora persiapan. Aja suwe-suwe lho, Mbus.” Jawab Koplo sak-sake .
Gembus pun bergegas melempar tubuhnya ke warung kelontong terdekat. 

Setelah duduk di kursi kayu, tanpa banyak mikir Koplo langsung mencari keberadaan sate keong. Dan akhirnya ditemukannya dua sate keong yang masih terbungkus plastik di pojok angkringan ketindhihan lepek.   

O lha, ora niat dodolan tenan ki, kabeh-kabeh rung disiapke.” Batin Koplo sambil melahap Sate keong yang terasa kenyil-kenyil menggoyang lidahnya.  

Menit berlalu, Gembus pun kembali dan segera meracik wedang jahe gepuk pesanan Koplo.
Tak lama setelah itu, datanglah Cempuk untuk mengantar sate keong.

Ngapunten Pak Gembus, telat”. Kata Cempluk sambil mengasihkan bungkusan sate keong.
Boten napa, Mbak Cempluk. Jawab Koplo dengan tangannya mengobrak-abrik lepek di pojok angkringan mencari sate keongnya untuk ditukar yang baru, tapi tak jua ketemu.
Goleki apa, Mbus? Sate keong  ya? Oo.. sudah masuk dalam perutku.” Jawab Koplo sambil mengelus perutnya.
”Astaga buah naga!!.. Kuwi sate wis mambu sisa gek wingine, Plo. Kok ya tegelmen mbok pangan.” Dengan terkaget-kaget Gembus menjelaskan.

Koplo pun hanya bisa bengong plonga-plongo kaya sapi ompong, dan terpaksa mendengar ngguyu cekikikan dari Gembus dan Cempluk.   


Pengajuan Cerita “Ah Tenane” Solopos
Oleh :
Bisri Nuryadi (085647 2099 38)
Bolon Rt. 004/002 kec. Colomadu, Karanganyar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar