Tragedi Sate Keong
Jika
di Perancis punya kuliner khas, Escargot atau
daging siput, maka di Solo juga tidak mau kalah dengan kuliner
khas warung hik-nya, yaitu sate keong. Dimana keduanya
sama-sama hewan jenis Gastropoda, atau hewan yang berjalan dengan perutnya itu.
Pasalnya setiap warung hik yang beroperasi di Solo, hampir pasti sate keong
menjadi menu wajib yang selalu setia menunggu
kehadiran para pelanggan beratnya, tak terkecuali dengan John Koplo salah satu
warga Solo Pinggiran ini.
Sudah menjadi agenda rutin, setiap ba’da magrib Koplo nongkrong di hik
lengganannya, Pak Gembus, yang tidak jauh dari rumahnya.
Suatu ketika, saat Koplo baru sampai di depan hik, Gembus langsung
menyerobot.
”Plo, tulung hik-ku tunggunen sek ya,
tak tinggal tuku gula sedilet.”
”Wah, dodolan kok ora persiapan. Aja suwe-suwe lho, Mbus.” Jawab Koplo sak-sake .
Gembus pun bergegas melempar tubuhnya ke warung kelontong terdekat.
Setelah duduk di kursi kayu, tanpa banyak mikir Koplo langsung mencari keberadaan sate keong. Dan akhirnya
ditemukannya dua sate keong yang masih terbungkus plastik di pojok angkringan ketindhihan lepek.
”O lha, ora niat dodolan tenan ki,
kabeh-kabeh rung disiapke.” Batin Koplo sambil melahap Sate keong yang terasa kenyil-kenyil menggoyang lidahnya.
Menit berlalu, Gembus pun kembali dan segera meracik wedang jahe gepuk pesanan Koplo.
Tak lama setelah itu, datanglah Cempuk untuk mengantar sate keong.
”Ngapunten Pak Gembus, telat”.
Kata Cempluk sambil mengasihkan bungkusan sate keong.
”Boten napa, Mbak Cempluk”. Jawab Koplo dengan tangannya mengobrak-abrik lepek di pojok angkringan mencari sate
keongnya untuk ditukar yang baru, tapi tak
jua ketemu.
”Goleki apa, Mbus? Sate keong ya? Oo.. sudah masuk dalam perutku.” Jawab Koplo sambil mengelus
perutnya.
”Astaga buah naga!!.. Kuwi sate wis mambu sisa gek wingine, Plo. Kok ya tegelmen mbok pangan.” Dengan terkaget-kaget Gembus menjelaskan.
Koplo pun hanya bisa bengong plonga-plongo kaya sapi ompong,
dan terpaksa mendengar ngguyu cekikikan
dari Gembus dan Cempluk.
Pengajuan Cerita “Ah Tenane” Solopos
Oleh
:
Bisri
Nuryadi (085647 2099 38)
Bolon
Rt. 004/002 kec. Colomadu, Karanganyar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar