Berkah Abu Gunung Kelud
Gunung Kelud beberapa pekan yang
lalu ternyata berdampak besar di seluruh pulau Jawa, karena abu vulkaniknya
menyabar ke berbagai daerah, termasuk Kota Boyolali, tempat John Koplo tinggal.
Saat pagi menjelang, depan rumah Koplo sudah penuh dengan abu padahal ia harus
berangkat kerja ke sebuah pabrik tekstil yang berada di Kartasura.
Pemuda yang masih perjaka ini
sengaja mengambil beberapa masker sisa tragedi Merapi tahun lalu di almarinya.
Satu untuk berangkat dan satunya untuk pulang.
Setelah semua sudah siap, akhirnya
seperti biasa ia menuju ke terminal Boyolali yang tidak jauh dari rumahnya
untuk menunggu Bus. Bersama dengan penunggu bis yang lainnya, ternyata hanya
beberapa orang yang memakai masker.
Koplo yang membawa masker dobel
merasa iba terhadap gadis disebelahnya, Sebut saja Cempluk.
”Mbak, kok mboten mbeta masker ?”tanya Koplo.
“Mboten, Mas. Lha ajeng tumbas pun telas sedanten.”Jawab Cempluk.
Dengan kesempatan ini, Koplo
langsung mengeluarkan Masker yang satunya dari Tas.
“Niki Mbak, kula mbeta dobel.” Tawaran Koplo sambil memberikan
masker tadi.
“Trimakasih, Mas.” Timpal Cempluk
dengan kikuk.
Dari pemberian masker tadi akhirnya
pembicaraan mereka melanglang buana ke mana-mana termasuk perkenalan.
“Lha Mbak Cempluk kerjane di mana?”
Tanya Koplo lanjut.
“Toserba Ampel, Mas.”Jawab Cempluk.
Akhirnya Koplo memberanikan diri
untuk minta nomer HP Cempluk. Karena pekewuh
atau terpaksa, Cemplukpun mau saja menuruti permintaan tadi. Dan karena bis
sudah keluar dari terminal, Cempluk segera
berpamitan kepada Koplo dan wajahnya segera berlalu.
Koplo hanya bisa berkata dalam hati
dan senyam-senyum sendiri, “Alqamdulillah, abu yang membawa berkah.”
Bisri Nuryadi
Bolon, RT 004/002 Colomadu,
Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar