KAPUSAN TENAGA DALAM
Bagi sebagian
orang, hal-hal yang berbau mistik masih dipandang sebagai sesuatu yang memiliki
daya tarik tersendiri. Begitupun dengan Dul Kentut, salah satu pemuda di Karanganyar
ini. Buktinya saat bekerja di Purwokerto, ia rela membayar tigaratus ribu untuk
mengikuti pengisian tenaga dalam.
Kebetulan
beberapa pekan yang lalu ia mengambil cuti untuk pulang ke desa. Dengan kemaki ia membeberkan ilmunya kepada
sobat karibnya, Jim Belong.
“Jim,
saiki aku nduwe tenaga dalam.” Pamer Dul Kentut.
“Weh, apa iya, Dul. Endi buktekna.” Jim
Belong tidak percaya.
Dul Kentut bergegas
mengambil telur pitik jawa yang telah
dipersiapkan. Ia-pun menceritakan aturan mainnya kepada Jim Belong. Dengan
mengambil nafas panjang dan membaca mantra, akhirnya Dul kentut memberikan
telur itu kepada Jim Belong. Dul Kentut mengangguk, yang artinya telur sudah
bisa diremas. Jim Belong mulai menggenggam telur itu dengan sekuat tenaga. Dan
benar, telur tidak pecah.
Besuknya, berita
mengenai tenaga dalam sudah tersebar diseluruh pemuda-pemudi desanya, termasuk
Yu Cebret, mahasiswa jurusan fisika di Universitas ngetop sak Solo itu.
Dengan segera Yu
Cebret mengajak Jim Belong untuk bertemu Dul Kentut.
“Dul, iki Yu Cebret pengin ngerti sing kaya
gek wingi.” Tukas Jim Belong.
Dengan percaya
diri Dul Kentut segera melakukan hal yang diminta Yu Cebret. Yu Cebret hanya
tersenyum, dan sedikit memberi komentar.
“Mas Dul Kentut,
ini aku juga bisa tanpa mantra.” Tanggapan Yu Cebret sembari melakukan hal yang
sama seperti Dul Kentut.
“Menurut hukum alam, cairan di dalam telur
akan tetap jika ditekan dari segala arah.” Tambah Yu Cebret. Jim Belong dan Dul
Kentut hanya bisa plenggang-plenggong
saja. Ealah.. tiwas wis ngetokke 300 ewu,
jebule kapusan. Makannya yang normal-normal sajaa...
Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar