Kamis, 12 Maret 2015

KAPUSAN TENAGA DALAM

KAPUSAN TENAGA DALAM
Bagi sebagian orang, hal-hal yang berbau mistik masih dipandang sebagai sesuatu yang memiliki daya tarik tersendiri. Begitupun dengan Dul Kentut, salah satu pemuda di Karanganyar ini. Buktinya saat bekerja di Purwokerto, ia rela membayar tigaratus ribu untuk mengikuti pengisian tenaga dalam.
Kebetulan beberapa pekan yang lalu ia mengambil cuti untuk pulang ke desa. Dengan kemaki ia membeberkan ilmunya kepada sobat karibnya, Jim Belong.
 “Jim, saiki aku nduwe tenaga dalam.” Pamer Dul Kentut.
Weh, apa iya, Dul. Endi buktekna.” Jim Belong tidak percaya.
Dul Kentut bergegas mengambil telur pitik jawa yang telah dipersiapkan. Ia-pun menceritakan aturan mainnya kepada Jim Belong. Dengan mengambil nafas panjang dan membaca mantra, akhirnya Dul kentut memberikan telur itu kepada Jim Belong. Dul Kentut mengangguk, yang artinya telur sudah bisa diremas. Jim Belong mulai menggenggam telur itu dengan sekuat tenaga. Dan benar, telur tidak pecah.
Besuknya, berita mengenai tenaga dalam sudah tersebar diseluruh pemuda-pemudi desanya, termasuk Yu Cebret, mahasiswa jurusan fisika di Universitas ngetop sak Solo itu.
Dengan segera Yu Cebret mengajak Jim Belong untuk bertemu Dul Kentut.
Dul, iki Yu Cebret pengin ngerti sing kaya gek wingi.” Tukas Jim Belong.
Dengan percaya diri Dul Kentut segera melakukan hal yang diminta Yu Cebret. Yu Cebret hanya tersenyum, dan sedikit memberi komentar.
“Mas Dul Kentut, ini aku juga bisa tanpa mantra.” Tanggapan Yu Cebret sembari melakukan hal yang sama seperti Dul Kentut.
 “Menurut hukum alam, cairan di dalam telur akan tetap jika ditekan dari segala arah.” Tambah Yu Cebret. Jim Belong dan Dul Kentut hanya bisa plenggang-plenggong saja. Ealah.. tiwas wis ngetokke 300 ewu, jebule kapusan. Makannya yang normal-normal sajaa...

Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar