Kamis, 12 Maret 2015

Gara-Gara Di Sadap


Gara-Gara Di Sadap

“Tidak boleh membawa HP”, itulah salah satu peraturan di SMA swasta Boyolali ini. Walaupun sudah menjadi peraturan, masih saja banyak siswa yang membawa HP dengan sembunyi-sembunyi. Kejadian yang nganyelkepun dialami oleh Lady Cempluk, salah satu siswa kelas XI.

Beberapa hari yang lalu, John Koplo, guru Bahasa Indonesia yang terkenal disiplin mengajar di kelas Cempluk. Saat pelajaran berlangsung, kondisi kelas sangat kondusif. Tetapi ada siswa yang  menampilkan raut wajah tidak tenang karena HP nya bergetar, yaitu Lady Cempluk.

Ketika itu juga Cempluk maju kedepan dan menghampiri Koplo. “Pak, Saya mau ijin ke belakang.” Ijin Cempluk.

“Oya, Silahkan.” Jawab Koplo.
Cemplukpun langsung bergegas menuju toilet. Setelah masuk ke toilet, ia merasa lega karena bisa mengangkat HP yang tidak lain panggilan dari sang pacar.
“Da pa ta, Cay? Kok jam segini ngebel sih. Kan masih skul.” Tanya Cempluk kemayu.
“Ga papa og, Cin. Cuma ingin dengar suaramu ajah. Oya sekarang lagi pelajaran apa?”. Jawab pacarnya.

Cemplukpun asyik mengobrol dengan pacarnya. Ketika sudah selesai, iapun menutup HP dan memasukkannya lagi ke kantong celana pendek di dalam roknya.
Namun betapa kagetnya Cempluk saat membuka pintu toilet. Didepannya sudah berdiri seorang guru yang super disiplin, tak lain adalah Pak Koplo.

“Eh, Pak guru.” Ucap Cempluk kaget.
“Dhik Cempluk sekarang ikut saya ke BP.” Kata Koplo sembari menggiring Cempluk.
“Pak ada apa ini. Maaf, Pak jika saya ada salah.” Cempluk mulai menyadari kesalahannya.

Walaupun Cempluk meminta seribu maaf kepada Koplo, namun Koplo membiarkannya saja. Karena baginya peraturan harus tetap dijalankan walau pahit sekalipun.
Ternyata sejak jam pelajaran, Koplo sudah memperhatikan gerak-gerik Cempluk. Karena itu ia menyusul ke toilet dan menyadap pembicaraan Cempluk. Di BP, Cemplukpun harus rela HP-nya di sita. Ealaahh..


Bisri Nuryadi
Bolon, Rt. 004/002. Kec. Colomadu. Kab. Karanganyar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar