Kamis, 12 Maret 2015

Pitrah kok ditolak

Pitrah kok ditolak
Lebaran merupakan hari yang sangat istimewa bagi anak-anak, Karena mereka bisa mendapatkan uang pitrah dari sanak saudara maupun tetangganya. Namun berbeda dengan Tom Gembus, bocah yang masih berusia 4 tahun ini. Pasalnya Gembus sering menolak jika dikasih uang pitrah oleh sedulur-sedulurnya. Tentunya hal ini membuat John Koplo, ayahanda Gembus, sangat terpukul.
Lebaran kemarin, Koplo dan istrinya, Cempluk, memutuskan mubeng ke sedulur dan tetangga terdekat seperti yang lainnya. 
“Dhik Gembus, nanti kalau diparingi pitrah mbokdhe ditrima ya.” Pesan Koplo kepada Gembus.
Saat sampai di rumah Mbokdhe Nikole, Koplo dan Cemplukpun sungkem kepada empunya rumah.
Mbokhe, ngaturaken sugeng riyadi. Sedaya kalepatan awujud tutur utawa tindak tanduk ingkang mboten mranani ..bla..bla..bla...” Sungkem Koplo dan segera bergantian dengan istrinya.
Ketika semua sudah selesai,  Koplo dan Cempluk hendak berpamitan.
Mbokdhe, pamit riyin nggih. Niki badhe nglajengaken mubenge.” Pamit Koplo.
Oo..ngono. ya nderekake.” Jawab Nikole sembari mengambil lembaran biru di dompetnya dan menghampiri Gembus yang sedang digendong Cempluk.
Thole Gembus, niki ngge tumbas es.” Ucap Nikole dengan menyelipkan lembaran tadi ke jari-jari Gembus.
Emoh..emooh..” Tolak Gembus.
Nikolepun mengulangi adegan pemberian pitrah itu berulang kali, namun tragis, tangis Gembus malah semakin menjadi-jadi.
Yawis..suk wae nek wis gedhe ya, Le.” Nikole mengakhirinya.
Ditrima ta, Mbus.” Koplo masih ngereh-ngereh.
Karena tidak berhasil, orangtua Gembuspun menyerah.
Saat keluar dari rumah Nicole, Koplo hanya bisa muni-muni dhewe.
Piye ta,Le. Diwenehi pitrah kok ora gelem. Mbokdhe ki ya piye. ora dititipke pak e apa mboke wae.” Grundelan Koplo.
Cemplukpun hanya ngampet ngguyu Sendiri.

 
Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar