Pitrah kok ditolak
Lebaran
merupakan hari yang sangat istimewa bagi anak-anak, Karena mereka bisa
mendapatkan uang pitrah dari sanak
saudara maupun tetangganya. Namun berbeda dengan Tom Gembus, bocah yang masih
berusia 4 tahun ini. Pasalnya Gembus sering menolak jika dikasih uang pitrah
oleh sedulur-sedulurnya. Tentunya hal ini membuat John Koplo, ayahanda Gembus,
sangat terpukul.
Lebaran
kemarin, Koplo dan istrinya, Cempluk, memutuskan mubeng ke sedulur dan tetangga terdekat seperti yang lainnya.
“Dhik
Gembus, nanti kalau diparingi pitrah
mbokdhe ditrima ya.” Pesan Koplo kepada Gembus.
Saat
sampai di rumah Mbokdhe Nikole, Koplo dan Cemplukpun sungkem kepada empunya
rumah.
“Mbokhe, ngaturaken sugeng riyadi. Sedaya
kalepatan awujud tutur utawa tindak tanduk ingkang mboten mranani ..bla..bla..bla...”
Sungkem Koplo dan segera bergantian dengan istrinya.
Ketika
semua sudah selesai, Koplo dan Cempluk
hendak berpamitan.
“Mbokdhe, pamit riyin nggih. Niki badhe
nglajengaken mubenge.” Pamit Koplo.
“Oo..ngono. ya nderekake.” Jawab Nikole
sembari mengambil lembaran biru di dompetnya dan menghampiri Gembus yang sedang
digendong Cempluk.
“Thole Gembus, niki ngge tumbas es.” Ucap
Nikole dengan menyelipkan lembaran tadi ke jari-jari Gembus.
“Emoh..emooh..” Tolak Gembus.
Nikolepun
mengulangi adegan pemberian pitrah itu berulang kali, namun tragis, tangis
Gembus malah semakin menjadi-jadi.
“Yawis..suk wae nek wis gedhe ya, Le.”
Nikole mengakhirinya.
“Ditrima ta, Mbus.” Koplo masih ngereh-ngereh.
Karena
tidak berhasil, orangtua Gembuspun menyerah.
Saat
keluar dari rumah Nicole, Koplo hanya bisa muni-muni dhewe.
“Piye ta,Le. Diwenehi pitrah kok ora gelem.
Mbokdhe ki ya piye. ora dititipke pak e
apa mboke wae.” Grundelan Koplo.
Cemplukpun
hanya ngampet ngguyu Sendiri.
Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar