Bangjone
ngapusi
Hampir setiap
satu bulan sekali, dua ABG dari Boyolali, Koplo dan Gembus ini selalu
menyempatkan diri untuk njoged di
Manahan. Karena hampir setiap minggu di sana digelar dangdut gratis untuk
promosi motor maupun barang-barang elektronik.
Untuk sampai di
Manahan, Koplo dan Gembus biasanya lewat perempatan Jajar. Nah, hal yang tak
disangka-sangka pun terjadi. Dua bulan yang lalu, dihari minggu sekitar jam 7
pagi, Koplo dan Gembus dengan semangatnya menuju Manahan.
“Pokokke woyo-woyo, Mbus.ha ha..” Celethuk
Koplo sambil menunggangi motor jagonya.
“Wah, Plo. Aku selak kemecer njoged. Mesti
penyanyine jos gandos, Plo.ha ha.” Jawab Koplo bahagia.
Saat sampai di
perempatan Jajar, lampu bangjo(abang-ijo)
menunjukkan lampu merah. Merekapun berhenti dan kebetulan dibarisan depan. Saat
lampu hijau, beberapa kendaraanpun melaju begitu juga dengan dua sahabat itu.
Namun anehnya kendaraan yang jalan itu semua belok ke arah kanan. Karena merasa
heran tidak ada yang mengikuti, Gembus melihat ke belakang. Dan badalah, ternyata masih banyak
pengendara yang berhenti. Beberapa orang terlihat tertawa kecil melihat motor
Koplo yang melaju.
“Plo,
lampune isih abang.” Teriak gembus dengan menepuk punggung Koplo.
Dengan mendadak,
akhirnya Koplo membanting stirnya ke sebelah kiri dan ngebut ke jalan perumahan
Fajar indah.
“Plo, awasana polisine, ngoyak ora?”
Tanya koplo.
“Durung enek, Plo. Ayo cepet ditilapke.”
Bujuk gembus.
Karena tidak ada
polisi yang mengikutinya, merekapun merasa aman. Ternyata, setelah pulang dari Manahan mereka
baru tahu bahwa belum lama ini, bangjo perempatan jajar diganti dengan bangjo
dobel. Belok ke kanan dan lurus, nyala lampu bangjonya berbeda. Mungkin untuk
mengurangi kemacetan kaliii...
Bisri Nuryadi
Bolon, RT
004/002 Colomadu, Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar