Wayang
Snack
Dimana ada pertunjukan wayang disitu ada snack. Begitulah
semboyan Koplo dan Gembus, dua sobat karib mahasiswa kampus swasta yang ngekos di Pabelan ini.
Karena
seharian dikamplengi oleh berbagai
tugas kuliahnya,
maka malam hari mereka sering
keluar untuk mencari hiburan gratis. Dan wayang selalu menjadi jawabannya. Karena di Solo raya sering
sekali menggelar pertunjukan wayang kulit.
Seperti
beberapa pekan yang lalu, salah satu kantor dinas di Solo merayakan hari ulang
tahunnya dengan nanggap wayang
semalam suntup. Koplo dan Gembuspun bergegas menuju tempat itu. Seperti biasa,
setelah parkir mereka masuk dan menerima snack secara gratis lalu duduk di kursi yang
selalu saja ada yang kosong.
Sudah menjadi kebiasaan Koplo, kalau menonton wayang pasti ndobel snack.
“Sek ya, Mbus. Biasa.” Tukas Koplo sambil berdiri.
“Ya...” Celethuk Gembus sambil makan snack-nya. Ia sudah tau apa yang akan dilakukan temannya itu.
Koplo keluar dari tayub dengan mlipir-mlipir
lewat pintu samping. Dengan idenya yang dianggap cemerlang itu, Koplo kembali
masuk melalui pintu depan. Terang saja, ia dikasih snack lagi oleh petugas
tanpa ada kecurigaan sedikitpun.
Setelah jam berlalu, saat seasion limbukan, Koplo pun kaget ketika dalang bilang ”Bocah
kos-kosan kae yen nonton wayang mesti ndobel snack.”
“Ha..ha..ha..” Sontak swara penonton riuh, termasuk Gembus.
“Oalah Plo, konangan tenan kowe. Gaweyane
ndobel snack .ha..ha..” Ejek Gembus
sambil ngguyu kemekelen.
“Asem ik.. dalange ampuh tenan..
ngerti-ngerti men yen aku ndobel.” Koplo sambil menyembunyikan mukanya yang kisinan.
Padahal dalang itu
di setiap pertunjukan selalu mengeluarkan banyolan seperti itu untuk mencairkan
keadaan...
Ealah.. ada-ada
saja.
Oleh :
Bisri Nuryadi
Bolon, Rt
004/002 Colomadu Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar