Kamis, 12 Maret 2015

malah tombok


Gara-gara Odong-Odong

Maraknya odong-odong di kawasan Stadion Manahan Solo, membuat sebagian orang meniru odong-odong tersebut untuk usaha tambahan kantong. Dengar-dengar hasilnya juga lumayan. Para peniru ini akhirnya masuk ke desa-desa untuk mencari target penumpang.

Begitu juga dengan Desa John Koplo, salah satu Desa di Colomadu, Karanganyar, yang juga menjadi target masuknya odong-odong.

Beberapa pekan yang lalu, John Koplo yang bekerja di pabrik plastik ini lagi bersantai di depan rumah sehabis isya’ bersama para keponakannya. Belum lama setelah itu terdengarlah suara lagu oplosan yang berjalan. Bersoraklah para keponakan Koplo itu dengan gembira, karena mereka tahu bahwa itu adalah odong-odong yang sedang berjalan.

Ternyata benar. Sepeda genjot dengan empat roda yang dihiasi dengan lampu kelap-kelip itu menuju tempat Koplo.

Lik Oplo, umpak odong-odong.” Permintaan Cempluk, salah satu Keponakan Koplo yang masih duduk di bangku TK.
Kemudian Koplo menggendong keponakannya itu untuk naik ke kursi odong-odong.
Pinten ta, Pak?” Tanya Koplo kepada sopir odong-odong, sebut saja Gembus. 
“Empat ribu, Mas. Putar-putar satu RW ” Jawab Gembus.

Oalah. Ayo, kabeh mlebu.” Koplo menyuruh keponakan dan anak-anak tetangganya untuk naik ke odong-odong.

Setelah 15 menit berlalu, odong-odong akhirnya kembali ke tempat semula.
Niki, Pak.” Ucap Koplo sambil menyerahkan uang empat ribu rupiah.
“Semua jadinya, 32 ribu, Mas. 8 anak yang naik.” Jawab Gembus.
“Lho katane tadi 4 ribu, Pak?.” Tanya Koplo lagi.
Setelah dijelaskan, ternyata empat ribu itu untuk 1 anak, bukan untuk 1 odong-odong sekali putar seperti pengertian Koplo.
Asem..ik. malah tombok akeh, Cah.” Grememeng Koplo dengan wajah cemberut sambil melangkah masuk rumah untuk mengambil uang kekurangannya. Ealah...

Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar