Kamis, 12 Maret 2015

Gawan Tempene ibu



Gawan Tempe

Terkadang kekeliruan itu menjadi hal yang wajar bagi setiap diri orang. Tetapi, dengan kekeliruan itu banyak juga yang merasa terhibur karena mengundang tawaan tersendiri. Seperti kasus Lady Cempluk saat menjenguk temannya yang sakit beberapa minggu yang lalu ini.

Sehabis magrib, Cempluk, salah satu warga Colomadu ini sudah menyiapkan gawan sak kresek untuk temannya Nikole yang sedang sakit dan menjalani pengobatan jalan dirumahnya.

Disaat mau mengelurakan kendaraan, ibunya memanggilnya.
Pluk, tulung mengko mampir ke rumah pak Koplo sisan ya, tuku tempe pitung ewu.” Seru ibunya yang setiap pagi dodolan sega jenang itu.
Nggih, Bu.”Jawab Cempluk dengan membawa krsek gawan untuk Nicole.
Takut kelupaan, Cempluk terlebih dahulu mampir ke rumah Pak Koplo juragan tempe dan bergegas ke rumah Cempluk.

Kula nuwun.”. Tangan Cempluk sambil mengetuk pintu.
Nggih mangga” suara ibu Nicole membukakan pintu.
Eehh,, dhek Cempluk, mangga pinarak mlebet.” Ibu Nicole mempersilakan masuk.
Merekapun asyik berbincang layaknya teman yang lama tidak bertemu. Setelah setengah jam berlalu, Gendhuk pamitan.
Sek ya Ndhuk, tak bali sek. Cepet sembuh ya.” Pamit Cempluk.
Matur nuwun lho, Pluk.” Jawab Nicole.

Cempluk lalu mengambil gawan kreseknya untuk diserahkan ke Nicole.
Setelah serah terima gawan lalu cempluk pulang.
Tetapi alangkah kagetnya ketika sampai di rumah.
Saat bungkusan kresek dibuka dan mau dikasihkan ibunya, ia jenggirat saknalika karena bungkusan kresek itu bukan tempe, tetapi gawan yang disediakan untuk Gendhuk.
Oalah Pluk Pluk, mulane sesuk maneh dideleng disik.” Saut ibunya dengan wajah yang ngampet ngguyu.
Cempluk pun hanya maju mundur antara kembali atau tidak.   


Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002, Colomadu, Karanganyar.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar