Gawan Tempe
Terkadang kekeliruan itu menjadi hal yang wajar bagi
setiap diri orang. Tetapi, dengan kekeliruan itu banyak juga yang merasa
terhibur karena mengundang tawaan tersendiri. Seperti kasus Lady Cempluk saat
menjenguk temannya yang sakit beberapa minggu yang lalu ini.
Sehabis magrib, Cempluk, salah satu warga Colomadu ini
sudah menyiapkan gawan sak kresek
untuk temannya Nikole yang sedang sakit dan menjalani pengobatan jalan
dirumahnya.
Disaat mau mengelurakan kendaraan, ibunya memanggilnya.
“Pluk, tulung
mengko mampir ke rumah pak Koplo sisan ya, tuku tempe pitung ewu.” Seru
ibunya yang setiap pagi dodolan sega jenang itu.
“Nggih, Bu.”Jawab
Cempluk dengan membawa krsek gawan untuk Nicole.
Takut kelupaan, Cempluk terlebih dahulu mampir ke rumah
Pak Koplo juragan tempe dan bergegas ke rumah Cempluk.
“Kula nuwun.”.
Tangan Cempluk sambil mengetuk pintu.
“Nggih mangga”
suara ibu Nicole membukakan pintu.
“Eehh,, dhek
Cempluk, mangga pinarak mlebet.” Ibu Nicole mempersilakan masuk.
Merekapun asyik berbincang layaknya teman yang lama tidak
bertemu. Setelah setengah jam berlalu, Gendhuk pamitan.
“Sek ya Ndhuk, tak
bali sek. Cepet sembuh ya.” Pamit Cempluk.
“Matur nuwun lho,
Pluk.” Jawab Nicole.
Cempluk lalu mengambil gawan kreseknya untuk diserahkan
ke Nicole.
Setelah serah terima gawan
lalu cempluk pulang.
Tetapi alangkah kagetnya ketika sampai di rumah.
Saat bungkusan kresek dibuka dan mau dikasihkan ibunya,
ia jenggirat saknalika karena
bungkusan kresek itu bukan tempe, tetapi gawan
yang disediakan untuk Gendhuk.
“Oalah Pluk Pluk,
mulane sesuk maneh dideleng disik.” Saut ibunya dengan wajah yang ngampet
ngguyu.
Cempluk pun hanya maju mundur antara kembali atau
tidak.
Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002, Colomadu, Karanganyar.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar