Konangan japlak
Di Karanganyar, ada salah satu SMK
Swasta favorit yang menerapkan kurikulum baru khusus untuk kelas X. Beberapa
waktu yang lalu, waktu mid semester ada pelajaran sejarah Indonesia, dimana
soal-soal tidak lagi menggunakan pilihan ganda. Semua uraian. Kejadian
mengharukanpun terjadi disini. Beberapa pekan yang lalu SMK ini mengadakan mid
semester. Semua anak mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Namun salah satu siswa
itu bernama John Koplo. entah gawan bayi atau apa, walaupun a sudah sinau nglembur
dan mruput.
Saat waktu berjalan lbih dari
setngah jam, pekerjaan Koplo hampir selesai. Karena ia menggunakan jurus
adalannya yaitu menyimpan kepekan yang sudah dipersiapkan dari rumah yang ia letakkan
di bawah soal dan jawaban.
Waktu terus berlalu, dan pekerjaan
Koplopun selesai. Ia tampak tenang dan senyum-senyum sendiri.
“Alqamdulillah, akhirnya jadi
juga.” Gumamnya dalam hati.
Ia tampak leha-leha dengan posisi
kaki ongkang-ongkang. Seperempat berlalu akhirnya bel berbunyi satu kali,
pertanda waktu kurang 10 menit. Dengan PD Koplo keluar kelas diikuti beberapa
teman yang sudah selesai mengerjakan soal.
Saat itu juga pengawas yang bernama
Cempluk mengambil kertas jawaban para siswa yang sudah ditinggalkannya. Saat
mengambil jawaban Koplo, Cempluk terperanjat kaget karena melihat kepekan Koplo
ketinggalan di bawah lembar Jawaban.
Dengan cepat ia memanggil Koplo.
“John Koplo, silahkan kembali ke kelas.”
Koplo pun kaget mendengar panggilan
Bu Cempluk,”enten napa, Bu,”
“Ini apa plo,” Jawab Cempluk sambil
melihatkan kepekan ke Koplo.
Koplopun tak bisa bilang apa-apa
lagi selain kata maaf. Dan wajahnya pun abang ireng kisinan. Akhirnya Koplo
diberikan lembar jawab baru untuk mengerjakan lagi padahal waktu tinggal
sedikit.
“oalah ndelalah murid titipan,” saut
salah satu teman Koplo yang bernama Gembus dan diikuti gelak tawa teman-teman
lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar