Kartu Gigi
Syair dangdut yang menyatakan “lebih
baik sakit gigi dari pada sakit hati” ternyata tidak sepenuhnya benar. Pasalnya John Koplo salah satu pemuda di
Colomadu ini merasa kapok dengan rasa
nyeri di gigi krowaknya. Karena tidak
tahan dengan rasa sakitnya, akhirnya beberapa pekan yang lalu ia memutuskan
untuk berobat di puskesmas terdekat di kecamatannya.
Jam setengah delapan ia sudah siap meluncur
ke tempat yang sudah direncanakannya. Beberapa menit kemudian ia sampai di
tempat tujuan dan segera memakirkan sepeda motor.
“Pak, Mau daftar.” Ucap Koplo kepada
petugas puskesmas, sebut saja Tom Gembus.
“Silahkan ambil kartu pendaftaran di
depan, Pak.” Jawab Gembus.
Koplo menuruti saja perintah Gembus.
Setelah mengambil kartu pendaftaran, Koplo mengantri agak lama karena nomer
pendaftarannya nomer urut 12.
Setelah setengah jam menunggu, Koplo
yang dari tadi kiyer-kiyer dan gembrobyos karena ngampet sakitnya dipanggil oleh Gembus.
“Nomer 12.” Gembus memanggil lewat
mikropon.
“Saya Pak.” Koplo menyerahkan nomer
pendaftarannya.
“Sakit apa, Mas?” Tanya Gembus.
“Mau njadhilke gigi, Pak.” Jawab Koplo.
“Lho kok kartu pendaftarannya biru,
Mas? Kalau Gigi yang merah. Coba silahkan ambil yang merah.” Gembus
menjelaskan.
Mendengar itu Koplo langsung bergegas
mengambil kartu yang merah, dan apesnya kartu yang merah sudah ludhes habis.
“Pak, yang merah telas niku.” Protes Koplo.
Gembus menjelaskan bahwa kartu biru
itu untuk sakit umum dan yang merah untuk sakit gigi. Karena sudah terlanjur Gembus
memberi saran agar meminta obat sementara ke dokter umum dan besuk kembali lagi
untuk diperiksa dokter gigi.
Harus bilang apa lagi, Koplo hanya
bisa mengikuti saran petugas itu. Satu setengah jam kemudian ia keluar dari
puskesmas dengan mengutuk nasibnya yang sial gara-gara salah ambil kartu
pendaftaran. Ealahhh...
Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar