Kamis, 12 Maret 2015

gara-gara Kartu Gigi

Kartu Gigi
Syair dangdut yang menyatakan “lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati” ternyata tidak sepenuhnya benar.  Pasalnya John Koplo salah satu pemuda di Colomadu ini merasa kapok dengan rasa nyeri di gigi krowaknya. Karena tidak tahan dengan rasa sakitnya, akhirnya beberapa pekan yang lalu ia memutuskan untuk berobat di puskesmas terdekat di kecamatannya.

Jam setengah delapan ia sudah siap meluncur ke tempat yang sudah direncanakannya. Beberapa menit kemudian ia sampai di tempat tujuan dan segera memakirkan sepeda motor.
“Pak, Mau daftar.” Ucap Koplo kepada petugas puskesmas, sebut saja Tom Gembus.
“Silahkan ambil kartu pendaftaran di depan, Pak.” Jawab Gembus.
Koplo menuruti saja perintah Gembus. Setelah mengambil kartu pendaftaran, Koplo mengantri agak lama karena nomer pendaftarannya nomer urut 12.
Setelah setengah jam menunggu, Koplo yang dari tadi kiyer-kiyer dan gembrobyos karena ngampet sakitnya dipanggil oleh Gembus.
“Nomer 12.” Gembus memanggil lewat mikropon.
“Saya Pak.” Koplo menyerahkan nomer pendaftarannya.
“Sakit apa, Mas?” Tanya Gembus.
“Mau njadhilke gigi, Pak.” Jawab Koplo.
“Lho kok kartu pendaftarannya biru, Mas? Kalau Gigi yang merah. Coba silahkan ambil yang merah.” Gembus menjelaskan.
Mendengar itu Koplo langsung bergegas mengambil kartu yang merah, dan apesnya kartu yang merah sudah ludhes habis.
“Pak, yang merah telas niku.” Protes Koplo.
Gembus menjelaskan bahwa kartu biru itu untuk sakit umum dan yang merah untuk sakit gigi. Karena sudah terlanjur Gembus memberi saran agar meminta obat sementara ke dokter umum dan besuk kembali lagi untuk diperiksa dokter gigi.
Harus bilang apa lagi, Koplo hanya bisa mengikuti saran petugas itu. Satu setengah jam kemudian ia keluar dari puskesmas dengan mengutuk nasibnya yang sial gara-gara salah ambil kartu pendaftaran. Ealahhh...

Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. karanganyar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar