TEH
YANG TERTUKAR
CFD (Car Free Day)
selalu digunakan oleh sebagian warga untuk berolahraga maupun bersantai ria.
Tak terkecuali dengan John Koplo dan Lady Cempluk, dua sejoli yang berasal dari
Karanganyar ini. Hampir setiap minggu mereka jalan-jalan di CFD idep-idep olahraga sambil ngeplekke ilat. Karena disana tersedia banyak jajanan yang menggiurkan.
Dua pekan yang lalu,
dua sejoli ini kembali menapaki jalan slamet riyadi yang mereka anggap indahnya
setengah mati itu. Setelah mencicipi beberapa kuliner ringan, Koplo menawari
Cempluk untuk makan besar.
“Dhik, maem yo.. wetengku selak keroncogan ki.” Tawaran Koplo.
“Nggih, Mas.. maem apa enake, Mas?.” Tanya Cempluk.
“Soto wae, Dhik. Mesthi seger. Kita cari tempat yang pas dulu.”
Jawab Koplo.
Tak lama kemudian
mereka duduk disalah satu warung lesehan yang menyediakan soto. Dengan cekatan
penjual itu menghidangkan soto yang keluknya masih kemutuk beserta teh anget pesenan Koplo. Pasangan 2 sejoli itupun
langsung melahap soto daging sapi yang rasannya selangit itu.
Karena pengunjung
semakin ramai, Koplo merasa kurang nyaman jika harus berlama-lama di lesehan.
“Wis, Dhik. Bali yo.” Ajak Koplo yang dengan spontan mengambil teh
anget dan segera meneguknya. Namun betapa kagetnya Koplo ketika pengunjung
depannya nyelethuk,
”Mas, Ngapunten. Teh e sampeyan kadose sing niki.” Ucap seorang
Bapak didepan Koplo yang bernama Tom Gembus itu.
Mak
jedherrr.. muka
Koplo sontak menjadi abang ireng setelah melihat teh miliknya masih anteng diatas meja yang berukuran sempit
itu.
“nga-ngapunten, Pak. Kula kesupen. Kula ijoli” suara Koplo terlihat ndredheg.
“Boten napa-napa, Mas.” Jawab Gembus sambil tersenyum.
Koplo langsung
menggeret Cempluk dan segera mendatangi penjual untuk membayar. Tidak lupa ia
mengganti teh anget yang ia salah minum tadi walaupun Gembus sudah
mengikhlaskannya. Ealaahhh...
Bisri
Nuryadi
Bolon,
Rt 04 / Rw 02. Kecamatan Colomadu. Kab. Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar