Kamis, 12 Maret 2015

Rumus Palsu

Rumus Palsu 
“STM kok sinau”. Itulah motto para siswa kelas 2D jurusan otomotif di salah satu STM(sekarang SMK)Karanganyar, 8 tahun yang lalu ini. Sayangnya motto itu terlanjur meresap ke setiap sendi-sendi tubuh mereka, sehingga hal yang fatal-pun harus mereka hadapi.
Saat ujian kenaikan kelas, pelajaran PDKM (perhitungan Dasar Kontruksi Mesin) yang terkenal dengan rumus-rumusnya yang njlimet pun di mulai.
Ruangan full cowok  yang berisi campuran kelas 1 dan kelas 2 ini mengerjakan soal dengan thingak-thinguk, termasuk Tom Gembus, salah satu siswa otomotif 2D. Saat pengawas terlena, para siswapun saling tirunan bak rantai makanan.
Mbus, nomer 4 wis dadi rung?.” Bisik teman Gembus di belakangnya.
Wis, ndang cepet tirunen.” Jawab Gembus lirih setelah nirun jawaban dari teman lainnya.
Setelah bel berbunyi 3 kali yang berarti waktu selesai, maka pekerjaan merekapun dikumpulkan. Dengan wajah penuh lega dan tanpa dosa, para siswa keluar meninggalkan ruang ujian.
Tetapi betapa kagetnya Tom Gembus dan teman-teman lainnya ketika digiring ke ruang BP satu minggu kemudian.
“Siapa yang pertama kali menulis jawaban nomer 4 romawi 2?” Pertanyaan Koplo dengan muka serius.
Semua siswa hanya diam dan plonga-plongo saja.
“JAWAAB..”  Teriak Koplo dengan tangan menggebrak meja. “DEEERRR”
“Ja..Jawaban yang mana, Pak?” Gembus mengawali dengan suara gemeteran.
Akhirnya Koplo menyerahkan hasil pekerjaan PDKM mereka. Terlihat bahwa jawaban nomer 4 romawi 2 yang mereka tulis adalah Ko=p+10 / 5t -r=E5.
Setelah diamat-amati, mereka baru sadar kalau rumus itu bisa dibaca “Koplo Stres”, yang tak lain adalah nama guru PDKM-nya sendiri.
Setelah tak ada yang mengaku, siapa yang menciptakan rumus itu, merekapun terancam dengan pemberian Surat Peringatan beserta surat panggilan orang tua.   

 Bisri Nuryadi

Bolon, Rt 004/002 Colomadu, Karanganyar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar