Rumus Palsu
“STM kok sinau”. Itulah motto para siswa kelas 2D jurusan otomotif di
salah satu STM(sekarang SMK)Karanganyar, 8 tahun yang lalu ini. Sayangnya motto
itu terlanjur meresap ke setiap sendi-sendi tubuh mereka, sehingga hal yang
fatal-pun harus mereka hadapi.
Saat ujian kenaikan kelas, pelajaran PDKM
(perhitungan Dasar Kontruksi Mesin) yang terkenal dengan rumus-rumusnya yang njlimet pun di mulai.
Ruangan full cowok yang berisi
campuran kelas 1 dan kelas 2 ini mengerjakan soal dengan thingak-thinguk, termasuk Tom Gembus, salah satu siswa otomotif 2D.
Saat pengawas terlena, para siswapun saling tirunan
bak rantai makanan.
“Mbus,
nomer 4 wis dadi rung?.” Bisik teman Gembus di belakangnya.
“Wis,
ndang cepet tirunen.” Jawab Gembus lirih setelah nirun jawaban dari teman lainnya.
Setelah bel berbunyi 3 kali yang
berarti waktu selesai, maka pekerjaan merekapun dikumpulkan. Dengan wajah penuh
lega dan tanpa dosa, para siswa keluar meninggalkan ruang ujian.
Tetapi betapa kagetnya Tom Gembus dan
teman-teman lainnya ketika digiring ke ruang BP satu minggu kemudian.
“Siapa yang pertama kali menulis
jawaban nomer 4 romawi 2?” Pertanyaan Koplo dengan muka serius.
Semua siswa hanya diam dan plonga-plongo saja.
“JAWAAB..” Teriak Koplo dengan tangan menggebrak meja.
“DEEERRR”
“Ja..Jawaban yang mana, Pak?” Gembus
mengawali dengan suara gemeteran.
Akhirnya Koplo menyerahkan hasil
pekerjaan PDKM mereka. Terlihat bahwa jawaban nomer 4 romawi 2 yang mereka
tulis adalah Ko=p+10 / 5t -r=E5.
Setelah diamat-amati, mereka baru
sadar kalau rumus itu bisa dibaca “Koplo Stres”, yang tak lain adalah nama guru
PDKM-nya sendiri.
Setelah tak ada yang mengaku, siapa
yang menciptakan rumus itu, merekapun terancam dengan pemberian Surat
Peringatan beserta surat panggilan orang tua.
Bisri Nuryadi
Bolon, Rt 004/002 Colomadu,
Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar