Takut Sunat
Dasar
Tom Gembus anak yang manja dan penakut. Sudah kelas 8 SMP tapi belum juga sunat. Ini yang
membuat Gembus sering diejek oleh teman-temannya. Bapaknya, John Koplo dan
ibunya, Lady Cempluk juga tak henti-hentinya membujuk anak semata wayangnya
ini untuk segera
sunat. Maklum mereka ingin cepat duwe gawe.
Mau
tidak mau, liburan semester ini Tom Gembus harus diwanek-wanekke sunat. Karena
sudah risi mendengar ejekan teman dan
bujukan orangtuanya.
Akhirnya
Gembus diantar ke tukang sunat “Bong”. Setelah celana Gembus dibuka, Pak Bong mengambil smartklamp
dan gunting alat untuk sunat.
Melihat
benda itu, Tom Gembus sontak langsung mengkurup
takut sambil nangis.“Takut, Maa..
tidak.. tidak..“
“Tidak
sakit, Tom. Ayo, kamu sudah besar lho.
Lady Cempluk
dan John Koplo
membujuk.
“Ora
disuntik le.. sekarang jamannya sudah canggih..
Cuma disemprot, thok..” Ujar Pak Bong
menerangkan.
Setelah
setengah jam
dirayu dan diiming-imingi motor keluaran
terbaru, akhirnya
Gembus mau mlumah.
“Mama..
takut!.. “ Suara Gembus sambil merem
dan gujengan baju Cempluk.
“Tidak
apa-apa sayang.” Balas Cempluk.
“ Wis rampung le.. tidak sakit kan?.” Kata
Pak Bong.
Mak klakep, Gembus kaget. Tidak
mengira secepat itu
dan hampir tak
terasa sakit sama sekali.
Beberapa saat setelah menyelesaikan administrasi, Gembus langsung dibopong oleh John Koplo ke mobil lalu pulang.
Sampai
dirumah, Gembus disambut oleh tangga
teparo yang lagi sambatan masang tayub untuk acara resepsi sunatannya.
Gembus
hanya bisa cengar-cengir menahan malu
sambil memegangi sarungnya.
“ngertiya biyen-biyen cah..cah..”
Batin Gembus agak kecewa.
Bisri Nuryadi, Bolon rt4/2 kec.
Colomadu, Karanganyar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar