Kamis, 12 Maret 2015

Cerita tentang Takut Sunat


Takut Sunat

Dasar Tom Gembus anak yang manja dan penakut. Sudah kelas 8 SMP tapi belum juga sunat. Ini yang membuat Gembus sering diejek oleh teman-temannya. Bapaknya, John Koplo dan ibunya, Lady Cempluk juga tak henti-hentinya membujuk anak semata wayangnya ini untuk segera sunat. Maklum mereka  ingin cepat duwe gawe.
Mau tidak mau, liburan semester ini Tom Gembus harus diwanek-wanekke sunat. Karena sudah risi mendengar ejekan teman dan bujukan orangtuanya.    
Akhirnya Gembus diantar ke tukang sunat “Bong”. Setelah celana Gembus dibuka, Pak Bong mengambil smartklamp dan gunting alat untuk sunat.
Melihat benda itu, Tom Gembus sontak langsung mengkurup takut sambil nangis.“Takut, Maa..  tidak.. tidak..“
“Tidak sakit, Tom.  Ayo, kamu sudah besar lho. Lady Cempluk dan John Koplo membujuk.
 “Ora disuntik le.. sekarang jamannya sudah canggih.. Cuma disemprot, thok..” Ujar Pak Bong menerangkan.
Setelah setengah jam dirayu dan diiming-imingi motor keluaran terbaru, akhirnya Gembus mau mlumah.
“Mama.. takut!.. “ Suara Gembus sambil merem dan gujengan baju Cempluk.
“Tidak apa-apa sayang.” Balas Cempluk.
Wis rampung le.. tidak sakit kan?.” Kata Pak Bong.
Mak klakep, Gembus kaget. Tidak mengira secepat itu dan hampir tak terasa sakit sama sekali.
Beberapa saat setelah menyelesaikan administrasi, Gembus langsung dibopong oleh John Koplo ke mobil lalu pulang.
Sampai dirumah, Gembus disambut oleh tangga teparo yang lagi sambatan masang tayub untuk acara resepsi sunatannya.
Gembus hanya bisa cengar-cengir menahan malu sambil memegangi sarungnya.
ngertiya biyen-biyen cah..cah..” Batin Gembus agak kecewa.

  Bisri Nuryadi, Bolon rt4/2 kec. Colomadu, Karanganyar.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar