Konangan Pramuniaga
Karena banyak pramuniaga yang berparas cantik, maka tidak salah jika
swalayan dijadikan tempat cuci mata bagi kebanyakan cowok muda.
Demikian halnya dengan Koplo, remaja
yang berdomisili di kota Bengawan, Solo, ini. Dengan membawa uang tidak
lebih dari lima puluh ribu, ia bisa memilih pakaian berbahan jeans, mengajak
ngobrol pramuniaga dan meminta strok pembelian.
“Mbak, yang ukuran tiga satu ada
ga, Ya?” Tanya Koplo kepada pramuniaga yang menjadi incarannya.
“Ada, Mas. Sebentar ya, saya carikan dulu.” Jawab pramuniaga, sebut
saja Lady Cempluk.
Tidak lama kemudian Cempluk kembali menemui Koplo.
“Ini, Mas”. Ucap Cempluk sembari menyerahkan celana jeans.
“Menurut Sampeyan, bagus boten, Mbak, celanane? Koplo mulai basa-basi.
“Bagus banget, Mas. Cocok buat Sampeyan”. Jawab Cempluk.
Setelah mengobrol kira-kira lima belas menit, akhirnya Koplo mengakhiri
dengan meminta strok pembelian kepada Cempluk.
Besuknya, dengan dandanan lebih necis, Koplo kembali ke swalayan dan
mengulangi adegan kemarin, yaitu memilih jeans dan mengajak ngobrol Cempuk ngalor ngidul.
Dengan tidak sabar, besuknya lagi-lagi Koplo kembali ke swalayan lagi
berharap bertemu Cempluk dan meminta nomer Handphone,
karena sudah merasa akrab.
Mengetahui Koplo datang, Cempluk memasang wajah cemberut.
“Selamat malam, Mbak Cempluk.” Senyuman Koplo menyambut.
“Mas Koplo, maaf. Kalau tidak niat beli jangan minta strok pembelian.”
Ucap Cempluk sengit.
Koplopun kaget bukan kepalang.
“Maksude apa, Mbak Cempluk?” Koplo pura-pura bingung.
“Sampeyan minta strok
pembelian, dan barangnya sudah dianter ke kasir tapi tidak diambil.” Cempluk
melanjutkan.
Mak glodhakk.. saknalika rupane Koplo abang ireng kisinan, karena konangan
tidak mengambil barang yang sudah dipesannya beberapa kali.
Bisri Nuryadi
Bolon , Rt 004/Rw 002
Kec. Colomadu. Kab. Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar