Kamis, 12 Maret 2015

JUJUL BENSIN


JUJUL BENSIN

Tumane wis kebacut nemplek” itulah kalimat jawa yang pantas di tudingkan kepada Jon Koplo salah satu warga Karanganyar ini. Meski sudah menjadi guru, Koplo tetap saja memegang teguh wataknya yang selalu ngundur-ngundur waktu. Akhirnya ia menerima konsekuensi dari perbuatanya, seperti peristiwa beberapa pekan yang lalu ini.

Walau sudah tahu bahwa hari senin ada upacara, namun Koplo masih enak-enakan tidur padahal jam sudah menunjukan pukul 6 pagi.

Namun setelah 15 menit kemudian, ia gendadapan untuk mandi dan lain-lain. Akhirnya jam 06.40 ia bergegas berangkat dengan langsung pancal gasnya.

Wajarnya, jarak Colomadu-Boyolali tempat Koplo mengajar itu kira-kira memakan waktu setengah jam untuk perjalanan. Namun Koplo hanya butuh waktu 20 menit karena selalu gas poll (gase diuntir ngepol).

Sesaat ditengah perjalanan, Koplo uring-uringan sendiri. “Oalah, bensine kok ya wis entek.” Celethuknya.
Akhirnya ia mampir di pom terdekat dan mengisi bensin 10.000,-. Setelah diisi, Koplo langsung ngacir takut telat.

Jampun berlalu, di istirahatnya Koplo seperti biasa makan siang di kantin bersama teman-teman guru lainnya. Saat mau membayar, ia kaget karena uang 50 ribunya tidak ada. Ia baru teringat bahwa tadi pagi uang itu ia pergunakan untuk membeli bensin, namun ia lupa mengambil jujulnya.
Setelah pulang sekolah, ia langsung mampir ke pom yang tadi. Tanpa banyak basa-basi ia langsung mengutarakan kedatangannya.

ngapunten, Mas. Saya tadi pagi belum dikasih jujul.” Tukas Koplo kepada tugas pom.
Tom Gembus Penjaga pom pun langsung tanggap karena ia masih ingat dengan motor yang dibawanya.
Oalah, sampeyan yang tadi ta, Mas. Apa kelebihan rejeki, kok jujulnya tidak diambil. He..” saut Gembus menggoda.

Akhirnya, jujul Koplopun bisa dikembalikan.
Maturnuwun Gusti, guru honorer kados kula ampun dikelongi rejekine.” Grememeng Koplo dijalan.

Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/002, Colomadu, Karanganyar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar