Kakean
Thengkleng
Sudah
menjadi kebiasaan, setelah semuanya selesai, panitia kurban disalah satu Desa Kec.
Colomadu Kra. Ini berkumpul untuk menikmati bareng sebagian hewan kurban yang
disisihkan. Tak terkecuali dengan john Koplo yang duduk sebagai seksi pengropok kepala dan kaki embek ini.
Bersama-sama
teman remaja masjid lainnya, selesai ngropok
mereka ditawarin untuk merasakan sedapnya thengkleng.
Tanpa menolak, mereka langsung mengambilnya. John koplo yang dari tadi sudah ngiler mendengar kata “thengkleng” kini dengan lahapnya
menyantap balung yang dibaluti daging
kambing itu. Begitu juga yang lainnya, rata-rata mereka menghabiskan 2 piring.
Selesai makan, mereka mengantar kropokan ke depan.
“Mas John, nyuwun tulung diewaki nyinom ya,
ibu-ibu dereng angsal” Pak Tom gembus sebagai ketua takmir minta tolong
kepada John koplo.
“Nggih
pak, sekedhap nggih.” Jawab john koplo.
Sebagai
remaja yang entheng tangan, john
koplo langsung mengambil tepak yang diisi dengan piring-piring penuh dengan
thengkleng dan nasi.
Setelah
selesai nyinom,“Mas John, monggo sakniki
sampeyan nedho” permintaan Pak Tom
gembus.
”wah kulo sampun, Pak.” John Koplo rekak-rekake mengelak, tapi akhirnya
nambah juga. “badalah, madhang maneh
Mbokde..ha..ha.” batin John Koplo berdansa.
Besuknya
dirumah John Koplo. Ibunya, lady cempluk dan adiknya, Gendhuk nikole nyate daging kurban sisa kemarin, karena
memang daging bagiannya banyak banget.”John, lho rene le, maem sate”. Ibunya
memanggil.
“Nggih, Bu siap”. John koplo langsung
mengambil posisi duduk. Diambilnya satu sunduk sate dan digigitnya daging
paling ujung.
“mak
cenut” John koplo kaget seperti ada yang ngganjel di giginya.
“ngopo to le, kok ora sido dimaem?.” Tanya
lady cempluk.
“kok,
untu kulo linu nggih bu?.” Balas John Koplo sambil menggigit-gigit giginya
sendiri.
“wah, kakean thengkleng gek wingi kuwi
ha..ha..ha.” lady cempluk dan Gendhuk Nikole tertawa dan melanjutkan makan
satenya.
John
koplo hanya bisa sogok-sogok untu dan
melihat barisan sate yang baunya slenthang-slentheng
mampir ke hidungnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar