Huruf Tekek Gratisan
Seumur-umur, baru kali ini John Koplo salah satu
warga Karanganyar berurusan dengan polisi. Bukan perkara tilang, melainkan
perkara mencari SIM C.
Ia jadi penasaran setelah diberi tahu oleh Bapaknya
kalau tes mencari SIM itu salah satunya bisa membaca huruf tekek.
Setelah sampai ditempat tujuan, Koplopun mulai Tanya
kepada pak Polisi yang bertugas. Setelah mengambil berbagai macam formulir
pendaftaran, Koplo masuk dalam ruang tes penglihatan.
“Pak, Saya mau tes membaca huruf tekek?” Koplo
langsung aja menyerobot tanpa tedheng
aling-aling.
“Betul sekali, Pak”. Jawab Polisi Gembus dengan senyum.
Gembuspun segera membuka buku tes buta warnanya.
“Ooo..ini
ta yang dinamakan huruf tekek. Ini sih ga mirip sekali dengan tekek, tapi lebih
mirip dengan telur tekeknya.” Batin Koplo.
“Coba sekarang disebutkan. Ini angka berapa, Pak?”
Polisi Gembus memulai mengetes.
“19, Pak.” Jawab Koplo.
“Kalau yang ini” Tanya Polisi Gembus lagi.
“78, Pak”
Koplo lagi-lagi menjawab dengan benar. Dan begitu seterusnya sampai 10
pertanyaan.
“Sudah cukup.” Polisi Gembus mengakhiri
pertanyaannya dengan menutup buku.
“Gimana tesnya, Pak?” Tanya Koplo penasaran.
“Bagus-bagus. Betul semua. Jadi sampeyan dinyatakan lolos.” Gembus memberi kesimpulan.
“ha..ha..ha.. alqamdulillah.. terimakasih sekali,
Pak Polisi.” Koplopun menyalami Gembus
dan langsung nyelonong keluar, tetapi
langsung dipenggak oleh Gembus.
“Lho, Pak, Pak.. Sampeyan mau kemana?” Bengok Gembus.
“Mau tes yang berikutnya lagi, Pak” Jawab Koplo
mantap.
“Ini administrasinya di bayar dulu.” Lanjut Gembus.
“Lho, bayar? Kan jawaban saya betul semua, Pak.”
Koplo kaget dan ngeyel.
“Justru kalau betul itu malah mbayar, Pak!” Jawab
Gembus.
Setelah dijelaskan lagi, Koplopun segera merogoh
kantongannya.
Yang pada ngantripun ngekek-ngekek tak tertahankan.
Bisri Nuryadi
Bolon Rt. 004/002 Colomadu Karanganyar