Rabu, 11 November 2015

Amplope Kliru

Amplope Kliru

Bulan ruwah seperti sekarang ini, banyak digunakan warga untuk menikah. Termasuk Cempluk, sahabat karib Koplo dan Gembus sewaktu SMA yang akan melangsungkan pernikahan hari minggu di salah satu gedung Sumber, Solo ini.

Koplo dan Gembuspun menyusun rencana untuk mendatangani resepsi tersebut.
“Mbus, gimana besuk minggu?” Sms Koplo
“Nanti jam 7 malam aku sampai di tempatmu, Plo. Kita boncengan aja.” Jawab Koplo.
Saat hari minggu tiba, Koplopun bersiap dengan berdandan rapi. Tidak lupa ia menyiapkan uang dan segera mengambil amplop di tempat yang biasa ia menaruhnya.

“Wah. Amplope malah entek.” Batin koplo

Koplo segera menuju warung kelontong untuk mencari amplop.
Karena memang harga amplop murah, Koplo membeli dua amplop sekaligus. Beberapa saat kemudian Gembus datang.

Ayo Plo langsung wae.” Celethuk Gembus.

Dengan sigap Koplo langsung memboncengnya. Setengah jam berlalu mereka sudah sampai di gedung resepsi yang  dituju. Langsung saja dua sahabat itu masuk dan duduk. Sambil menikmati hidangan yang mbanyu mili dan mendengarkan lagu, tidak terasa jam sudah menunjukan pukul setengah sepuluh. Kedua mantenpun dibedhol dan di giring menuju depan guna menyalami tamu yang akan berpamitan.

Setelah salam tempel, Koplo dan Gembus segera ke parkiran, mengambil motor dan keburu pulang. Saat sampai dirumah, Koplo menyenthelkan bajunya dan mengambil amplop sisa untuk di simpan. Dan betapa kagetnya Koplo saat melihat amplop yang dianggap sisa itu tertulis namanya.

“Horok, dadi amplop sing tak wenehke Cempluk mau kosongan”. Kelakar Koplo.
Koplo langsung curhat kepada Gembus melalui Hp. Gembus hanya bisa tertawa ngekek saja mendengar cerita Koplo.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar