Amplope Kliru
Bulan ruwah seperti sekarang ini, banyak digunakan warga untuk menikah.
Termasuk Cempluk, sahabat karib Koplo dan Gembus sewaktu SMA yang akan
melangsungkan pernikahan hari minggu di salah satu gedung Sumber, Solo ini.
Koplo dan Gembuspun menyusun
rencana untuk mendatangani resepsi tersebut.
“Mbus, gimana besuk minggu?” Sms
Koplo
“Nanti jam 7 malam aku sampai di
tempatmu, Plo. Kita boncengan aja.” Jawab Koplo.
Saat hari minggu tiba, Koplopun
bersiap dengan berdandan rapi. Tidak lupa ia menyiapkan uang dan segera
mengambil amplop di tempat yang biasa ia menaruhnya.
“Wah. Amplope malah entek.” Batin koplo
Koplo segera menuju warung kelontong
untuk mencari amplop.
Karena memang harga amplop murah,
Koplo membeli dua amplop sekaligus. Beberapa saat kemudian Gembus datang.
”Ayo Plo langsung wae.” Celethuk Gembus.
Dengan sigap Koplo langsung
memboncengnya. Setengah jam berlalu mereka sudah sampai di gedung resepsi yang dituju. Langsung saja dua sahabat itu masuk
dan duduk. Sambil menikmati hidangan yang mbanyu
mili dan mendengarkan lagu, tidak terasa jam sudah menunjukan pukul
setengah sepuluh. Kedua mantenpun dibedhol
dan di giring menuju depan guna menyalami tamu yang akan berpamitan.
Setelah salam tempel, Koplo dan
Gembus segera ke parkiran, mengambil motor dan keburu pulang. Saat sampai
dirumah, Koplo menyenthelkan bajunya
dan mengambil amplop sisa untuk di simpan. Dan betapa kagetnya Koplo saat
melihat amplop yang dianggap sisa itu tertulis namanya.
“Horok, dadi amplop sing tak wenehke Cempluk mau kosongan”. Kelakar
Koplo.
Koplo langsung curhat kepada
Gembus melalui Hp. Gembus hanya bisa tertawa ngekek saja mendengar cerita Koplo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar