Rabu, 11 November 2015

Kliru Toko Online

Kliru  Toko Online

Selain praktis, Belanja online juga membuat si pembelanja menjadi keren di mata orang-orang dekatnya. Seperti Lady Cempluk, seorang guru berstatus ASN(Aparatur Sipil Negara) yang mengajar disalah satu SMA Solo ini. Seperti biasa, Beberapa pekan yang lalu Cempluk kembali memesan sepatu lewat online.

 “Mau kemana, Bu?” Tanya Nikole salah satu temannya.
“Ke ATM, Bu. Nranfer uang ke toko online Bandung.” Jawab Cempluk kemayu.
Cemplukpun berlalu dari sekolahnya. Setelah menranfer, ia langsung mengirim pesan lewat BBM(Black beri masangger) sembari kembali ke sekolah.

Sampai di sekolah, ia hanya mesam-mesem saja merasa lega karena tinggal menunggu barang pesanannya datang. Tiba-tiba saat ngrumpi di kantor, Cempluk dikagetkan pesan BBM-nya.
“Bu Cempluk, maaf tranferan tidak sesuai dengan harga yang sudah disepakati”. Kata penjual Online sebut saja John Koplo.

“Maksudnya, Mas?” Tanya Cempluk kaget.
“Harga sepatu 250 tetapi uang yang ibu tranfer hanya 75.” Jelas Koplo.
Membaca pesan itu, Cempluk jadi salah tingkah. Ia teringat kalau hari itu membeli dua barang dari toko online yang berbeda, yaitu Sepatu dan toples. Dan ternyata uang yang ditranferkan tertukar, seharusnya uang untuk toples malah terkirim ke toko sepatu, begitu juga sebaliknya.

“Wah Bu, bisa kapusan jenengan.” Nikole meden-medeni.

Teman-teman sekantor yang mengetahui kejadian tersebut tidak bisa menahan tawanya. Disaat teman-temannya heboh menertawakannya,  Cempluk malah sibuk menghubungi pemilik toko online toples. Untung saja pemilik toko online tersebut mau mengembalikan uang sisanya, kalau tidak, mungkin saja Cempluk sudah kapok belanja di toko online.


Bisri Nuryadi
Bolon, Rt 004/002. Kecamatan Colomadu, Karanganyar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar