Kliru Toko Online
Selain praktis, Belanja online
juga membuat si pembelanja menjadi keren di mata orang-orang dekatnya. Seperti
Lady Cempluk, seorang guru berstatus ASN(Aparatur Sipil Negara) yang mengajar
disalah satu SMA Solo ini. Seperti biasa, Beberapa pekan yang lalu Cempluk
kembali memesan sepatu lewat online.
“Mau kemana, Bu?” Tanya Nikole salah satu
temannya.
“Ke ATM, Bu. Nranfer uang ke toko
online Bandung.” Jawab Cempluk kemayu.
Cemplukpun berlalu dari
sekolahnya. Setelah menranfer, ia langsung mengirim pesan lewat BBM(Black beri
masangger) sembari kembali ke sekolah.
Sampai di sekolah, ia hanya
mesam-mesem saja merasa lega karena tinggal menunggu barang pesanannya datang.
Tiba-tiba saat ngrumpi di kantor, Cempluk dikagetkan pesan BBM-nya.
“Bu Cempluk, maaf tranferan tidak
sesuai dengan harga yang sudah disepakati”. Kata penjual Online sebut saja John
Koplo.
“Maksudnya, Mas?” Tanya Cempluk
kaget.
“Harga sepatu 250 tetapi uang
yang ibu tranfer hanya 75.” Jelas Koplo.
Membaca pesan itu, Cempluk jadi
salah tingkah. Ia teringat kalau hari itu membeli dua barang dari toko online
yang berbeda, yaitu Sepatu dan toples. Dan ternyata uang yang ditranferkan
tertukar, seharusnya uang untuk toples malah terkirim ke toko sepatu, begitu juga
sebaliknya.
“Wah Bu, bisa kapusan jenengan.” Nikole meden-medeni.
Teman-teman sekantor yang
mengetahui kejadian tersebut tidak bisa menahan tawanya. Disaat teman-temannya
heboh menertawakannya, Cempluk malah
sibuk menghubungi pemilik toko online toples. Untung saja pemilik toko online
tersebut mau mengembalikan uang sisanya, kalau tidak, mungkin saja Cempluk
sudah kapok belanja di toko online.
Bisri Nuryadi
Bolon, Rt 004/002. Kecamatan Colomadu, Karanganyar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar