Takut Badut
Menjadi kebanggaan tersendiri,
manakala orang tua bisa membuat acara ulang tahun untuk buah hatinya. Seperti
yang dialami pasangan Tom Gembus dan Lady Cempluk, warga Pengging Boyolali ini.
Dua minggu ke depan, Nicole, anak
semata wayangnya genap berumur satu tahun. Rencananya, untuk meramaikan Ultah,
mereka akan mengundang badut sulap.
Beberapa pekan yang lalu setelah
pulang kerja, Gembus menyempatkan berhenti di bawah pohon pinggir Jalan raya
yang ada iklan badutnya. Sesampai
rumah, langsung saja ia menginformasikan kepada istrinya.
“Bu. Iki wis oleh nomere badut”.
Ucap Gembus.
“Langsung dibel wae, Pak”. Jawab
Cempluk.
Gembus langsung menghubungi nomer
tersebut, yang sebenarnya si badut bernama Joh Koplo dan memintanya untuk menghibur acara ultah di
rumahnya. Hari berlalu, dan akhirnya sore yang ditunggu-tunggupun datang juga.
Rumah Gembus berhias balon warna-warni menjadi pemandangan indah. Anak-anak semakin
bergembira saat sang badut dengan lihai menghiburnya.
“Adik-Adik, kini tiba saatnya meniup
lilin dan memotong kue”. Terang badut yang diikuti sorak-sorai anak-anak.
“Mari kita menyanyikan lagu
selamat ulang tahun untuk teman kita, Dik Nikole.” Lanjut Badut.
Namanya juga masih balita, Nicole
hanya diam saja dipangkuan ibunya.
Koplo yang menjadi badut mencoba
menghiburnya.
“Dik Nikole, Ci... luukk...
baaaa.” Suara Badut dengan mendekatkan wajahnya yang serba clonengan ke depan muka Nikole.
Sontak Nikole kaget dan menangis
sejadi-jadinya.
“Huaa..huaa..huaaa..”. Tangis
Nikole menggegerkan acara.
“Cuupp.. cuupp.. sayang.” Ortunya
mencoba menenangkan.
Cempluk dengan tanggap segera
meniup lilin dan memotong kuenya. Sementara Koplo si badut hanya bisa pringas-pringis, kisinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar