Rabu, 11 November 2015

Takut Badut

Takut Badut

Menjadi kebanggaan tersendiri, manakala orang tua bisa membuat acara ulang tahun untuk buah hatinya. Seperti yang dialami pasangan Tom Gembus dan Lady Cempluk, warga Pengging Boyolali ini.

Dua minggu ke depan, Nicole, anak semata wayangnya genap berumur satu tahun. Rencananya, untuk meramaikan Ultah, mereka akan mengundang badut sulap.
Beberapa pekan yang lalu setelah pulang kerja, Gembus menyempatkan berhenti di bawah pohon pinggir Jalan raya yang ada iklan badutnya. Sesampai rumah, langsung saja ia menginformasikan kepada istrinya.

“Bu. Iki wis oleh nomere badut”. Ucap Gembus.
“Langsung dibel wae, Pak”. Jawab Cempluk.

Gembus langsung menghubungi nomer tersebut, yang sebenarnya si badut bernama Joh Koplo  dan memintanya untuk menghibur acara ultah di rumahnya. Hari berlalu, dan akhirnya sore yang ditunggu-tunggupun datang juga. Rumah Gembus berhias balon warna-warni menjadi pemandangan indah. Anak-anak semakin bergembira saat sang badut dengan lihai menghiburnya.

“Adik-Adik, kini tiba saatnya meniup lilin dan memotong kue”. Terang badut yang diikuti sorak-sorai anak-anak.
“Mari kita menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk teman kita, Dik Nikole.” Lanjut Badut.

Namanya juga masih balita, Nicole hanya diam saja dipangkuan ibunya.
Koplo yang menjadi badut mencoba menghiburnya.
“Dik Nikole, Ci... luukk... baaaa.” Suara Badut dengan mendekatkan wajahnya yang serba clonengan ke depan muka Nikole.

Sontak Nikole kaget dan menangis sejadi-jadinya.
“Huaa..huaa..huaaa..”. Tangis Nikole menggegerkan acara.
“Cuupp.. cuupp.. sayang.” Ortunya mencoba menenangkan.

Cempluk dengan tanggap segera meniup lilin dan memotong kuenya. Sementara Koplo si badut hanya bisa pringas-pringis, kisinan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar