Kamis, 12 November 2015

Sholat Tandingan

Sholat Tandingan

John Koplo adalah salah satu siswa dari SMK swasta di Sukoharjo. Sejak duduk dikelas XII ia selalu rajin menjalankan ibadah sholat berjamaah, termasuk sholat dhuhur yang ditunaikan di masjid sekolah.  Seperti pada beberapa minggu yang lalu Koplo sempat ketinggalan sholat waktu jam istirahat ke-dua karena harus mengerjakan tugas sekolah terlebih dahulu.

“Tak tinggal sholat sek, Ya.” Pamit Koplo kepada temannya.

Sampai di masjid ia pun segera berwudhu dan masuk. Kebetulan siang itu sang imam tidak menempati ruang imam dan hanya di pinggir sebelah kiri masjid. Ini adalah efek dari sang imam yang sebenarnya makmum masbuk yang kemudian menjadi imam karena pundaknya ditepuk. Karena itu lah posisi makmum mengikuti imam di belakangnya sampai belakang. Ini membuat ruang masjid tidak penuh, hanya diisi yang sebelah kiri saja.

Dari situlah Koplo timbul inisiatif untuk menegakkan sholat sendiri di ruang masjid yang sebelah kanan, bersebelahan dengan jamaah yang tadi.

Dhik, sholat kana wae.” Ajak Koplo kepada makmum yang lain yang kebetulan adik kelasnya.
Beberapa adik kelas itu lalu menerima ajakan Koplo, dan akhirnya membentuk formasi sholat.
“Shof diluruskan.” Pinta Koplo.

Namun sebelum takhbiratul ihram dimulai, tidak disangka-sangka datanglah Tom Gembus guru Koplo yang ingin menunaikan sholat dhuhur juga. Tanpa banyak bicara Gembus langsung mendekati Koplo.

“Plo.. Satu masjid itu hanya boleh satu jamaah saja.” Jelas Gembus.
“Apa iya ta, Pak?” Koplo kaget.
 “Kaya politik wae, ngedeke tandingan.” Lanjut Gembus dengan tersenyum.

Koplopun hanya bisa cengar-cengir sendiri mendengar penjelasan dari gurunya itu. “Tujeknen durung dimulai.” Grememeng Koplo.
Adik-adik kelas Koplo yang akan menjadi makmumpun nyekikik sendiri merasa kapusan oleh tingkah sok tau koplo. Ealahh...




  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar