HP-ne Ngedrop
Walaupun dibanjiri HP murah nan
canggih, namun masih ada saja yang mempertahankan HP jadul dengan batunya yang ngedropan.
Kondisi yang seperti ini bisa
membuat kesal orang yang sedang menelpon, seperti yang dialami Lady Cempluk, gadis
Teras, Boyolali yang sudah bertunangan dengan John Koplo ini.
Ceritanya pada hari sabtu siang
sehabis kerja, sepasang remaja itu merencanakan pergi ke Nonongan, Solo, untuk
keperluan sauvenir pernikahan mereka.
“Gimana, Mah. Ni aku dah siap.”
Sms Koplo sembari keluar dari Pabriknya.
Beberapa menit kemudian HP Koplo
berdering, dan ia-pun mengangkatnya.
“Pah, iki aku wis OTW, Oke Tunggu Wae di toserba Kartasura yang
tuut... tuut...tuutt...”Suara Cempluk putus karena HP-Koplo mati.
“Asem.. ngedrop maneh cah”. Grundelan
Koplo.
Namun dengan segera Koplo menuju
toserba Kartasura yang sebenarnya ada dua toserba yang hampir berjejer itu.
“Tak tunggune kene wae.” Batin Koplo sembari menunggu di depan
toserba barat bengkel.
Namun lebih dari setengah jam
menunggu, sang kekasihpun tak jua bersambut. Tiba-tiba Koplo dikagetkan oleh
tetangganya, Nikole.
“Lho, Plo. Ngapa neng kene?” Tanya Nikole.
“Ngenteni Cempluk, Mbak”. Jawab
Koplo.
Setelah basa-basi, akhirnya Koplo
memberanikan diri untuk meminjam HP- Nikole. Dan benar, hanya 5 menit berlalu
Cempluk yang tadi menunggu di swalayan timur bengkel datang menemui Koplo.
Nikolepun berakhir.
Dengan muka kecut Cemplukpun mengucap,
“Kowe iki kebangeten og, mas. HP satus
ewu wae oleh anyar, masak HP ngedropan kaya ngono isih di gawa wae.”
Koplo hanya bisa pringas-pringis mendengarkan omelan
calon istrinya itu. Oalahh.. melas tenan
uripmu, Plo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar