KAPUSAN KRAN BIOSKOP
Tidak bisa mengikuti perkembangan
jaman kadang kala mengundang tawa tersendiri. Seperti kisah John Koplo yang
berdomisili di Boyolali ini. Libur lebaran beberapa pekan yang lalu ia diajak
Gembus, teman karibnya yang mudik dari Jakarta.
“Plo, nanti malam nonton bioskop ya?” Telpon
Gembus.
“Oke Bro.
Bla..bla..bla...” Jawab Koplo, Seumur-umur baru sekali ini bisa
menikmati film bioskop.
Bakda ashar, Gembus meghampiri
Koplo. Empat puluh menit perjalanan mereka sampai di salah satu swalayan besar di Solo.
“Pilih endi, Plo?” Tanya Gembus setelah
masuk ke lantai bioskop.
“Iki wae Mbus, mesthi apik.” Tuding Koplo
ke poster bergambar superhero semut.
Gembuspun
hanya manut saja dan segera menuju ke tempat pembelian tiket. Karena film
diputar pada pukul 18.00 maka mereka harus menunggu beberapa saat.
Disaat itu Koplo merasa ingin buang air.
“Mbus, Toilete ngendi ya?” Tanya Koplo.
Gembus segera menoleh kanan-kiri,
dan ditemukanlah panah bertulis toilet.
“Oh, Kae, Plo.” Ucap Gembus dan segera mengantarnya.
Koplo masuk dan segera melunasi
hajatnya. Setelah itu ia beranjak ke staffol
untuk mencuci tangan. Ia menetesi tanganya dengan sabun cair yang sudah
disediakan. Saat tangannya sudah munthuk,
ia bingung karena tidak mendapati kran pemutar, disitu hanya ada krannya saja
tanpa pemutar. Karena tidak berani bertanya kepada orang, Koplo keluar sebentar menemui Gembus. Orang-orang yang melihat
tingkah Koplo hanya geli menahan tawa.
“Mbus,
kok puteran krane ora ana?” Tanya Koplo.
Gembuspun kaget bukan kepalang.
“Biasanya kran di bioskop itu otomatis, Plo.
Tangan tinggal didekatkan moncong kran, setelah itu keluar airnya.” Bisik
Gembus sambil menyeret Koplo kembali ke toilet.
Gembus hanya bisa mbatin, “Masya Allah, jebul kancaku wis ketinggalan jaman tenan.”
Bisri Nuryadi
Bolon, Rt 004/002.
Kecamatan Colomadu, Karanganyar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar