Numpang Parkir Gratis
Pacaran dengan sistem keuangan
yang ngirit, terkadang menjadi pilihan tersendiri bagi banyak pasangan.
Salah satunya John Koplo, pemuda Sragen yang berpacaran dengan Cempluk yang
berdomisili di Sukoharjo. Karena jaraknya yang lumayan jauh, jika ingin
berkencan mereka bertemu di salah satu swalayan besar, Pabelan, untuk
memakirkan salah satu motor mereka. Maklum, tempat itu dipilih karena tidak ada
biaya parkir alias gratis.
Begitu halnya kejadian beberapa
minggu yang lalu saat Cempluk mendapat undangan pernikahan dari temannya di
Klaten. Koplo dan Cemplukpun menuju toserba tersebut.
Sesampai ditempat yang dituju, Cempluk memakirkan motornya
dan segera berlalu menuju gerbang toserba.
Tidak lama kemudian Koplo menyambutnya.
“Ayo, Dhik.” Ajak Koplo.
“Iya, Mas.” Jawab Cempluk sembari mengangkat bokongnya ke
atas motor.
Mereka segera menuju ke tempat yang sudah di rencanakan.
Empat jam kemudian mereka tiba kembali di Toserba tempat
penitipan motor Cempluk.
“Enteni sek, Mas.”
Suruh Cempluk sembari menyerahkan helm.
Cemplukpun segera berjalan ke tempat parkir.
“Karcis, Mbak.” Sapa
Gembus, tukang parkir.
“ Niki, Mas.” Jawab Cempluk sambil menyerahkan karcis.
“Wah awan-awan maem
sop nggih sueger no, Mbak.” Ucap Gembus dengan mesem ngguyu yang sangat mengagetkan Cempluk.
Mendengar itu Cempluk merasa konangan yang hanya numpang
parkir gratis tanpa berbelanja. Dengan muka yang semrawut ia-pun bergegas
meninggalkan tempat itu. Slidik punya slidik ternyata Gembus sempat mendengar
pembicaraan Koplo dan Cempluk saat ijin keluar melewati gerbang swalayan tadi
pagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar