Kamis, 12 November 2015

Tragedi Gigi Palsu

Tragedi Gigi Palsu

Jalan pertobatan itu tidak datang dari satu pintu, buktinya John Koplo, remaja Sukoharjo yang dulunya dikenal sebagai pemabuk, kini mendadak menjadi takmir masjid aktif. Semua berawal dari dua bulan yang lalu ketika ia mengalami kecelakaan dan harus perawatan, termasuk pemakaian gigi palsu bagian samping.

Beberapa hari yang lalu, seperti biasa bakda dhuhur dibulan puasa ini digunakan beberapa remaja masjid untuk mengaji. Sekitar jam satu, satu-persatu remaja itu bersiap menyelonjorkan kakinya untuk mengambil posisi tidur, termasuk Koplo.

Dua jam berlalu, Koplo terbangun dan segera keluar masjid menuju toilet. Karena keadaan berpuasa, membuat mulutnya kering dan pahit, ditambah lagi dengan bau gigi palsunya. Untuk itu ia segera mencopot dan membersihkannya. Lima menit kemudian, ia keluar.

 “Plo, wis manjing. Gek ndang diadzani.” Ucap Gembus yang ternyata juga sudah terbangun.
Iya.” Jawab Koplo sembari berwudhu.
Setelah selesai ia segera menuju mimbar, dan suara adzan ashar-pun menggema dari toa masjid. Sekian menit berlalu selesailah Koplo mengumandangkan adzan dan dengan langkah yang kesusu  ia kembali ke toilet yang tadi.

Namun sayang, pintu toilet tertutup pertanda ada orang yang sedang berhajat di dalam. Koplo hanya terpaksa menunggu di luar. Tiba-tiba Koplo dikagetkan ucapan Gembus.
Lho.. ngapa, Plo? Mbaleni sing ketinggalan.” Klakar Gembus sambil ngguyu ngikik.
Mak prepett...” Konsentrasi Koplo langsung buyar.

Untung pintu toilet segera di buka. Setelah orangnya keluar, Koplo langsung masuk kedalam dan menguncinya.
Teman-teman jamaah yang mengetahui tingkah Koplo langsung tertawa ger-geran. Ternyata ketika Koplo Adzan, Gembus masuk toilet dan mengetahui gigi palsu Koplo ketinggalan. Segera saja ia memberitakan kepada teman-temanya. Ealahh.. ada-ada saja.    


Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. Karanganyar

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar