Tragedi Gigi Palsu
Jalan pertobatan itu tidak datang
dari satu pintu, buktinya John Koplo, remaja Sukoharjo yang dulunya dikenal
sebagai pemabuk, kini mendadak menjadi takmir masjid aktif. Semua berawal dari
dua bulan yang lalu ketika ia mengalami kecelakaan dan harus perawatan,
termasuk pemakaian gigi palsu bagian samping.
Beberapa hari yang lalu, seperti biasa
bakda dhuhur dibulan puasa ini digunakan beberapa remaja masjid untuk mengaji.
Sekitar jam satu, satu-persatu remaja itu bersiap menyelonjorkan kakinya untuk mengambil posisi tidur, termasuk
Koplo.
Dua jam berlalu, Koplo terbangun
dan segera keluar masjid menuju toilet. Karena keadaan berpuasa, membuat
mulutnya kering dan pahit, ditambah lagi dengan bau gigi palsunya. Untuk itu ia
segera mencopot dan membersihkannya. Lima menit kemudian, ia keluar.
“Plo,
wis manjing. Gek ndang diadzani.” Ucap Gembus yang ternyata juga sudah
terbangun.
“Iya.” Jawab Koplo sembari berwudhu.
Setelah selesai ia segera menuju
mimbar, dan suara adzan ashar-pun menggema dari toa masjid. Sekian menit
berlalu selesailah Koplo mengumandangkan adzan dan dengan langkah yang kesusu ia kembali ke toilet yang tadi.
Namun sayang, pintu toilet
tertutup pertanda ada orang yang sedang berhajat di dalam. Koplo hanya terpaksa
menunggu di luar. Tiba-tiba Koplo dikagetkan ucapan Gembus.
“Lho.. ngapa, Plo? Mbaleni sing ketinggalan.” Klakar Gembus sambil
ngguyu ngikik.
“Mak prepett...” Konsentrasi Koplo langsung buyar.
Untung pintu toilet segera di
buka. Setelah orangnya keluar, Koplo langsung masuk kedalam dan menguncinya.
Teman-teman jamaah yang
mengetahui tingkah Koplo langsung tertawa ger-geran. Ternyata ketika Koplo
Adzan, Gembus masuk toilet dan mengetahui gigi palsu Koplo ketinggalan. Segera
saja ia memberitakan kepada teman-temanya. Ealahh.. ada-ada saja.
Bisri Nuryadi
Bolon Rt 004/Rw 002. Kec. Colomadu
Kab. Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar