Kamis, 12 November 2015

Dipipisi Wedhus

Dipipisi Wedhus

Idul Adha merupakan salah satu hari yang ditunggu-tunggu umat muslim dunia, termasuk John Koplo, keluarga yang berdomisili di desa, Colomadu ini. karena keinginannya untuk berkorban sangat kuat, maka beberapa hari yang lalu Koplo dan istrinya, Lady Cempluk bergegas untuk mencari kambing kurban.

Bi, pados sing rada enom mawon.” Permintaan Cempluk.
Ya mengko ndelok-ndelok sek, Mi.” Jawab Koplo. 

Tak lama kemudian, berangkatlah Koplo dan Cempluk mubeng-mubeng mencari penjual kambing ke arah timur bangjo Colomadu, karena disitu banyak ditemukan penjual kambing dadakan.
Setelah melewati beberapa penjual kambing, akhirnya Cempluk menepuk-nepuk pundak Koplo.
“Abi-abi. stop. Kidul nika kadose kathah kambinge.” Teriak Cempuk.
O, ya, Mi. Tak nyebrang sek.” Koplo menimpali.

Pasangan itupun segera menghentikan motornya dan melihat-lihat kambing yang dijual.
Mangga pinarak, Pak. Pados ingkang menapa?” Tanya Tom Gembus, penjual kambing.
Selang beberapa menit, Koplo dan Cempluk menemukan kambing yang sesuai dengan keinginannya.

 “Niki pinten, Pak?” Tanya Koplo.
Kalih welas, Pak.”Jawab Gembus yang berarti satu juta dua ratus.
Lha pase pinten, pak? ” Tanya Koplo lagi.

Merekapun terlibat nyang-nyangan sampai ditemukan kesepakatan harga. Selanjutnya Koplo segera mengurusi administrasi.
Saat itulah kejadian ora penak menimpa Cempluk sewaktu ia memandangi kambing yang segera menjadi miliknya. Entah haus atau apa, kepala kambing di hadapkan ke kelaminya, lalu keluarlah air seni dengan muncrat. Payahnya air kuning itu menyemprot mengenai sayak Cempluk.

“Masya, Allah. Abiii!” Cempluk teriak.
Mendengar suara itu, Koplo dan Gembus langsung menghampiri Cempluk dan segera menangani kejadian. Pembeli lain yang melihatpun pada cekikikan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar