Kerang Pukul
Wanita mana
yang tidak menginginkan kulitnya halus? Pernyataan itulah yang membuat banyak
produk atau makanan laris manis karena berkhasiat bisa menghaluskan kulit.
Demikian
halnya dengan kerang, makanan laut yang kini mulai tersebar di wilayang Solo
Raya, termasuk depan kampus terkenal di pabelan, Sukoharjo. Berita inipun
segera menyebar ke berbagai telinga mahasiswa dikampus, termasuk sobat karib,
Cempluk dan Nikole.
“Pluk, aku
gek wingi bar tuku kerang, jebul gurih og.” Ucap Nikole.
“Apa ora amis, Ndhuk?” tanya Cempluk.
“Ora ki. Malah jare bisa ngaluske kulit
barang.” Jelas Nikole.
Mendengar penjelasan
itu, Cempluk langsung terangsang ingin mencicipinya.
“Ndhuk, mengko bar magrib ke kos ku ya, tak
traktir kerang kuwi.” Pinta Cempluk dengan segera.
Benar, bakda
maghrib Cempluk bergegas menuju penjual kerang yang dimaksud.
“Yang pedhas,
Pak, lima ribu.” Kata Cempluk sembari mengatungkan uang.
“Terimakasih,
Mbak” Jawab penjual kerang.
Sampai di kos,
Cempluk mengirim pesan sms ke Nikole.
“Ndhuk,
kerange dah siap.” Sms Cempluk.
“OK. Bro.
OTW.” Balasan Nikole yang bermaksud sedang perjalanan “On The way”.
Sambil
menunggu kedatangan Nikole, ia-pun mencoba kerang tersebut.
“Kok
mbukake angel, ya.” Pikir cempluk.
Tanpa banyak
waktu, ia segera mengambiil pukul untuk mengepruk
cangkang kerang.
Beberapa menit
berselang, Nikole datang. Dan apa yang terjadi?
“Jebul rasane gurih pedhes ya, Ndhuk?”
Sambutan Cempluk sambil memukul kerang dengan pukulnya.
“Masya Allah,
Cempluk.” Jawab Nikole kaget dan langsung ngguyu
kemekelen.
Cempluk hanya plingak-plinguk bingung melihat tingkah laku temannya.
“Kerang kuwi ora dipukul, Pluk. Nanging
dibukak. Ujunge dibenggang nganggo kuku indhik-indhik.” Jelas Nikole sambil
mempraktekkan.
Cemplukpun
hanya bisa ndomblong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar