Kamis, 12 November 2015

Kerang Pukul

Kerang Pukul

Wanita mana yang tidak menginginkan kulitnya halus? Pernyataan itulah yang membuat banyak produk atau makanan laris manis karena berkhasiat bisa menghaluskan kulit.
Demikian halnya dengan kerang, makanan laut yang kini mulai tersebar di wilayang Solo Raya, termasuk depan kampus terkenal di pabelan, Sukoharjo. Berita inipun segera menyebar ke berbagai telinga mahasiswa dikampus, termasuk sobat karib, Cempluk dan Nikole.

 “Pluk, aku gek wingi bar tuku kerang, jebul gurih og.” Ucap Nikole.
Apa ora amis, Ndhuk?” tanya Cempluk.

Ora ki. Malah jare bisa ngaluske kulit barang.” Jelas Nikole.
Mendengar penjelasan itu, Cempluk langsung terangsang ingin mencicipinya.
Ndhuk, mengko bar magrib ke kos ku ya, tak traktir kerang kuwi.” Pinta Cempluk dengan segera.

Benar, bakda maghrib Cempluk bergegas menuju penjual kerang yang dimaksud.
“Yang pedhas, Pak, lima ribu.” Kata Cempluk sembari mengatungkan uang.
“Terimakasih, Mbak” Jawab penjual kerang.

Sampai di kos, Cempluk mengirim pesan sms ke Nikole.
“Ndhuk, kerange dah siap.” Sms Cempluk.
“OK. Bro. OTW.” Balasan Nikole yang bermaksud sedang perjalanan “On The way”.

Sambil menunggu kedatangan Nikole, ia-pun mencoba kerang tersebut.
 “Kok mbukake angel, ya.” Pikir cempluk.
Tanpa banyak waktu, ia segera mengambiil pukul untuk mengepruk cangkang kerang.
Beberapa menit berselang, Nikole datang. Dan apa yang terjadi?

Jebul rasane gurih pedhes ya, Ndhuk?” Sambutan Cempluk sambil memukul kerang dengan pukulnya.
“Masya Allah, Cempluk.” Jawab Nikole kaget dan langsung ngguyu kemekelen.
  Cempluk hanya plingak-plinguk bingung melihat tingkah laku temannya.
“Kerang kuwi ora dipukul, Pluk. Nanging dibukak. Ujunge dibenggang nganggo kuku indhik-indhik.” Jelas Nikole sambil mempraktekkan.
Cemplukpun hanya bisa ndomblong.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar